Kaum feminis Korea membuat petisi di Blue House meminta hukuman mati untuk Lee Kwang Soo.
- Chusnul Chotimah
- Sabtu, 02 Juni 2018 - 11:45 WIB
WowKeren - Ucapan Lee Kwang Soo di episode terbaru "Running Man" pada Minggu (27/5) menuai kontroversi. Ia dikritik habis-habisan karena dinilai mengatakan sesuatu yang tak pantas pada Hyejeong AOA yang menjadi pasangannya dalam menjalankan misi bertema zombie.
Dalam episode tersebut, Lee Kwang Soo menyadari jika ia selama ini telah diubah menjadi zombie oleh Hyejeong. Ia yang kecewa karena Hyejeong tampak sangat polos pun mengucapkan beberapa makian pada idol cantik itu seperti "gold digger" (mata duitan) dan "vixen" (cewek simpanan).
Ucapan Kwang Soo tersebut rupanya membuat kaum feminis di Korea tersinggung. Namun fans tak menyangka mereka sampai mengajukan petisi pada Blue House (Istana Kepresidenan Korea) untuk menghukum mati aktor kelahiran 1985 tersebut. Yang membuat syok lagi, petisi ditandatangani oleh 1.648 orang.
Menurut persyaratan Blue House, petisi harus ditandatangani 200 ribu orang untuk bisa diproses. Artinya petisi untuk Lee Kwang Soo ini ditolak karena tak memenuhi target. Pemerintah pun sudah menghapus petisi dari halaman situs resmi mereka.
Selain itu, pemerintahan Korea juga menegaskan tak akan asal memproses petisi. "Blue House memiliki peraturan tersendiri dalam menangani petisi-petisi. Semua petisi yang bermasalah akan ditolak," ujar perwakilan Blue House. Kendati demikian, petisi tersebut berhasil membuat fans tercengang.
"Apakah mereka terlalu bodoh untuk percaya bahwa petisi mereka akan dikabulkan? Kalian tidak bisa meminta sebuah hukuman mati seperti meminta permen. Ini adalah hal yang paling tidak masuk akal sejak awal," komentar fans. "Apa dasar mereka sampai meminta hukuman mati?" tambah fans lain.
"Oke jadi kalian mengisi petisi hukuman mati untuk orang yang kata-katanya selalu diabaikan di 'Running Man' dan suka bercanda? Sangat melegakan Blue House memilih untuk mengabaikan petisi tersebut. Aku yakin Lee Kwang Soo akan terlukan dengan masalah ini," pungkas lainnya.
(wk/chus)