Almarhum Hari Moekti rupanya memiliki beberapa firasat dan pesan terakhir yang disampaikan ke sang adik.
- Dian
- Senin, 25 Juni 2018 - 07:28 WIB
WowKeren - Seperti yang diberitakan sebelumnya, mantan rocker legendaris Indonesia, Hari Moekti telah meninggal dunia di usia 61 tahun pada Minggu, 24 Juni sekitar pukul 20.49 WIB di Rumah Sakit Dustira, Cimahi, Jawa Barat. Adik almarhum yang bernama Chandra Moekti membenarkan bahwa sang kakak meninggal dunia karena serangan stroke.
"Iya, benar, Kang Hari Moekti meninggal tadi sekitar pukul 20.49 di Rumah Sakit Dustira, Kota Cimahi," kata Chandra dilansir Detik Hot, Senin, 25 Juni. "Jadi dia mengalami stroke di Hotel The Edge, Cimahi. Langsung dibawa ke Rumah Sakit Dustira, Cimahi, tapi tak tertolong," lanjut Chandra.
Sebelum meninggal dunia, almarhum ternyata sempat memberikan pesan terakhir kepada sang adik. Hal ini diungkapkan oleh Chandra. Dalam pesan itu, almarhum berkata jika suatu hari dirinya meninggal, Hari Moekti ingin peti matinya diselimuti bendera Ar-Rayah.
Bendera Ar-Rayah adalah bendera bertuliskan dua kalimat syahadat. Bendera ini merupakan simbol umat muslim keseluruhan. Selain itu, almarhum juga ingin agar dakwah Islam tetap terus dilanjutkan.
"Pesan terakhirnya cuma teruskan saja dakwah Islam," kata Chandra. "Jadi dia bilang jangan ada bendera kuning, dia ingin petinya diselimuti bendera Ar-Rayah," ujar Chandra.
Hari Moekti meninggal dunia setelah mengalami serangan stroke ketika sedang bersiap berdakwah. Peristiwa itu terjadi saat Hari menginap di Hotel The Edge Cimahi, Jawa Barat. Almarhum sempat dilarikan ke rumah sakit, tapi meninggal dunia sebelum dirawat.
Almarhum meninggalkan seorang istri dan 4 orang anak, dua laki-laki dan dua perempuan. Jenazah akan dibawa ke Bogor, Jawa Barat untuk dimakamkan di sana hari ini, Senin, 25 Juni.
Hari Moekti memiliki nama asli Hariadi Wibowo. Almarhum lahir pada 25 Maret 1957 di Cimahi, Jawa Barat. Berprofesi sebagai rocker, Hari Moekti sempat mempopulerkan beberapa lagu, di antaranya "Ada Kamu", "Aku Suka Kamu Suka", dan "Satu Kata". Lagu tersebut dibawakan Hari bersama grup band Adegan. Ketika sudah tidak lagi menjadi rocker dan vakum dari dunia musik, Hari Moekti memutuskan untuk fokus pada dunia dakwah.
(wk/dian)