Rebutan Naik Pesawat Keluar Dari Palu, Ribuan Warga Bikin Rusuh di Bandara Mutiara
Twitter/Sutopo_PN
Nasional

Akibat kericuhan ribuan warga yang berebut ingin keluar dari kota Palu, penerbangan evakuasi terpaksa dibatalkan.

WowKeren - Gempa dan tsunami Palu-Donggala, Sulawesi Tengah yang terjadi pada Jumat (28/9) telah membuat Indonesia menjadi panik dan resah. Tepat pada Minggu (30/9) kemarin, jumlah korban tewas telah mencapai angka 832 orang. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho.

Akibat gempa dan tsunami tersebut, ribuan warga menyerbu Bandara Mutiara Palu, Sulawesi Tengah pada Senin (1/10). Terdapat masyarakat lokal maupun mancanegara yang berkumpul dan menunggu agar bisa keluar dari kota Palu. Hal ini dilakukan sebagai antisipasi gempa dan tsunami susulan.

Menurut Dansatgas Mutiara Palu, Kolonel Bambang Sudewo selain warga lokal dan mancanegara, ada juga beberapa warga yang cedera turut mengantri untuk mendapat penanganan yang layak. Lebih lanjut Kolonel Bambang Sudewo mengutarakan bahwa pihaknya mengerahkan semua pesawat militer untuk membantu proses evakuasi. Ia mengatakan sudah tiga hari telah melaksanakan evakuasi ini.

Dalam satu hari, kemampuan mereka untuk mengevakuasi antara 8-10 sorti. Dalam satu sorti bisa menampung 200 orang. Jadi dalam satu hari bisa menyelamatkan 1.000-1.500 orang. Kriteria yang diutamakan adalah anak-anak, ibu-ibu (ibu hamil atau lansia) dan warga cedera.

Mereka menuju kota terdekat yakni, Makassar dan Balikpapan. Untuk ke Balikpapan, jangkauan pesawat Hercules adalah selama 45 menit, sedangkan untuk ke Makassar bisa 1 jam 20 menit.


Banyaknya warga yang menunggu antrian untuk segera keluar dari kota Palu, sampai menyebabkan terjadi kerusuhan. Dikabarkan ada 4.000 warga yang memaksa masuk landasan pacu saat pesawat mendarat. Personel TNI AU yang hendak menurunkan logistik diserbu oleh warga yang mendadak duduk di atas pesawat untuk meninggalkan kota Palu.

"Tidak pak, kami dari kemarin menunggu ini, saya mau pulang kerumah keluarga, capek kami tunggu pak..kedinginan kami disini kasihan..ini anak saya dua kecil-kecil," ujar seorang ibu sambil menggendong anaknya.

Hingga saat ini, banyak warga yang memblokade landasan pacu di Bandara Mutiara. Meskipun personel AU masih mencoba menenangkan mereka, mereka mengamuk dan memaksa untuk segera diterbangkan ke luar Palu.

Diketahui, pesawat Hercules hanya bisa menampung 130 orang saja. Pesawat tersebut memang ditujukan untuk mengangkut barang-barang atau logistik. Alhasil, TNI AU memutuskan untuk tidak menerbangkan pesawat dari Makassar ke Palu atau sebaliknya akibat kericuhan yang ada di Bandar Udara Mutiara Palu ini.

(wk/tria)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait