Mantan Goo Hara berniat mengancam dengan pasal pencemaran nama baik atas beberapa tuduhan yang diterimanya.
- Kresna T Kusumadewi
- Sabtu, 06 Oktober 2018 - 07:57 WIB
WowKeren - Banyaknya kabar mengenai pertengkaran anatara Goo Hara dan mantan kekasihnya Choi kembali memanas, membuat dua kubu ini saling serang. Pada Jumat (5/10) kemarin, perwakilan Choi, Kwak Jun Ho bertemu salah satu media dan menyampaikan pembantahan.
Bahkan pengacara tersebut juga mengatakan jika adanya video yang merekam adegan ranjang dua sejoli ini karena permintaan Goo Hara. Alasan yang dijadikan oleh penyanyi kelahiran 1991 adalah untuk mengabadikan momen kebersamaan keduanya.
"Kami tidak pernah berpikir untuk menggunakan video sebagai alat untuk penyelesaian," tutur Kwak Jun Ho. "Kami juga tidak sekalipun menyebutkan keberadaan video tersebut saat dengan mereka dan penyelidikan."
Pertengkaran yang terjadi diantara keduanya murni karena kecemburuan dan kebohongan yang pernah diciptakan oleh Goo Hara. Karena merasa lelah dengan hubungan yang terjalin, Choi mengajukan pada Goo Hara ingin putus.
Sayangnya Goo Hara menolak dan merasa jika Choi harusnya merasa beruntung bisa berpacaran dengan artis sepertinya. "Goo Hara marah krena diputuskan dan mulai menyerang Choi. Dia mengancam Choi yang bukan siapa-siapan tapi berani meninggalkannya," ucap Kwak Jun Ho.
Saat ini Choi tidak hanya sedang bekutat dengan masalah Goo Hara, namun dia juga mengurus ibunya yang sakit. Ibu Choi terkejut karena putranya terlibat skandal video porno untuk balas dendam.
"Dia merasa bukan selebriti, jadi dia selalu menggunakan masker saat proses investigasi," ungkap Kwak Jun Ho. "Tetapi dia selalu menerima kritik karena dianggap menutupi jati dirinya. Choi mengatakan siap nantinya untuk membuka maskernya tersebut."
Adanya tuduhan tersebut membuat pihak Choi sedikit geram dan merencanakan untuk menuntut balik Goo Hara. Selain itu Choi juga ingin mendapatkan kedamaian dan penyelesaian atas kasus yang berkepanjangan ini.
"Kami akan membuat gugatan untuk pencemaran nama baik tapi yang benar-benar diinginkan Choi adalah kebenaran," jelas pengacara. "Kami terlalu terdesak dan tidak punya tempat lain untuk berdiri saat ini."
(wk/Kres)