Tanggul Lumpur Lapindo Ambles, Warga Mulai Was-Was
Twitter
Nasional

Terancam terendam, sampai saat ini sudah ada 10 keluarga di Dusun Pologunting, Sidoarjo yang memilih untuk mengungsi.

WowKeren - Tanggul penahan lumpur Lapindo di Sidoarjo kembali menggegerkan warga sekitar. Warga di Dusun Pologunting Desa Gempolsari, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo digemparkan dengan peristiwa turun atau amblesnya tanggul penahan luapan lumpur. Wargapun mulai cemas lantaran takut pemukiman mereka terdampak luapan lumpur.

Pengakuan soal amblesnya tanggul penahan lumpur Lapindo diberikan oleh seorang warga bernama Sajin. Mula-mula ia melihat ada 3 truk yang biasa melakukan pengurukakan tanah untuk peninggian tanggul. Akan tetapi, truk-truk tersebut tiba-tiba pergi meninggalkan tanggul. Setelah dilihat ternyata memang benar bahwa tanggulnya ambles. "Setelah kami lihat, ternyata tanggulnya jebol alias ambles," tutur Sajin dilansir Liputan6 pada Jumat (5/10).

Berdasarkan keterangan Sajin, tanah tanggul ambles sepanjang 200 meter. Masyarakat sekitarpun sudah mulai was-was lantaran air lumpur sudah mulai terlihat dari pemukiman mereka. "Khawatir saja, soalnya air lumpurnya sudah terlihat," ungkap Sajin.


Saat ini, sudah ada 10 keluarga di Dusun Pologunting yang diketahui mengungsi. Mereka memilih untuk pindah sementara waktu demi keamanan akibat tanggul penahan yang dikabarkan ambles tersebut. Mengingat trauma semburan awal lumpur yang terjadi tak terduga dan pada tengah malam.

Humas Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo, Hengki Listria Adi membenarkan hal ini. Berdasarkan keterangannya, Tanggul Kedungbendo di titik 67-68 memang mengalami penurunan tanah hingga 5 meter. "Tanggul yang tingginya sekitar 11 meter mengalami penurunan sekitar lima meter. Panjangnya sekitar 100 meter," terang Hengki, dilansir TribunNews pada Sabtu (6/10).

Amblesnya tanah tanggul diakibatkan karena naiknya volume semburan lumpur. "Volume semburan lumpur fluktuatif, tapi akhir-akhir ini memang sedang tinggi. Dan air dari pusat semburan cenderung mengarah ke Utara," sambung Hengki.

Semburan lumpur Lapindo sudah bermula sejak 29 Mei tahun 2006 yang lalu. Semburan lumpur panas di lokasi pengeboran Lapindo Brantas Inc. tersebut menimbulkan genangan besar yang menenggelamkan sejumlah pemukiman warga di sekitar lokasi semburan. Sampai saat ini, upaya penanggulangan masih terus dilakukan, salah satunya adalah dengan membuat tanggul-tanggul penahan lumpur agar tidak mengenai pemukiman warga.

(wk/silm)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait