Yoo Ah In Bahas Tudingan Publik dan Alasan Tetap Eksis di SNS Meski Ditimpa Kontroversi
Selebriti

Gara-gara SNS, Yoo Ah In menjadi subyek banyak kontroversi, terutama yang berkaitan dengan feminisme.

WowKeren - Baru-baru ini Yoo Ah In menjalani wawancara untuk mempromosikan film barunya, "Sovereign Debt". Dalam wawancara kali ini, bintang "Chicago Typewriter" tersebut menjawab berbagai pertanyaan mulai kehidupan pribadi hingga aktivitasnya di media sosial atau SNS.

Sejak drama JTBC "Secret Affair" hingga syuting "Sovereign Debt", Yoo Ah In dia telah menapaki jalan yang sedikit berbeda dari aktor lain seusianya. Wartawan bertanya, "Karena ini, orang-orang tampaknya sering salah memahami niatmu. Apakah kau pernah merasa bahwa kau dituduh secara salah?"

"Kadang-kadang memang iya," jawab Yoo Ah In. "Aku ingin melawan tuduhan itu, tapi di banyak kesempatan, aku hanya ingin menjalani hidup seperti yang aku inginkan. Daripada menjalani gaya hidup yang memuaskan mata orang lain, aku ingin menjalani hidupku. Apapun pilihan yang aku buat, aku hanya peduli bahwa aku pribadi tidak akan menyesalinya di masa depan."

"Apakah itu alasan kau begitu aktif di media sosial?" tanya wartawan lagi. "Aku terus aktif di SNS hanya karena itu ada. Aku tidak benar-benar memiliki alasan filosofis yang besar untuk itu. Aku telah menemukan dan mengalami kemudahan di dalamnya dan aku terus kembali ke sana. Itu seperti aku berkomunikasi dengan teman-temanku," kata Yoo Ah In.



Yoo Ah In sendiri dikenal mampu mengekspresikan dirinya secara bebas di akun Instagram dan Facebook miliknya. Gara-gara ini, aktor kelahiran 1986 tersebut menjadi subyek banyak kontroversi, terutama yang berkaitan dengan feminisme. Namun pendapatnya tak berubah hanya berdasarkan pada persepsi publik tentang dirinya.

"Aku berharap akan ada hari di mana orang dapat mengekspresikan pendapat mereka secara lebih agresif untuk menciptakan harmoni yang lebih baik," ujar Yoo Ah In. "Aku berharap kita dapat melarikan diri dari orang-orang yang suka memihak dan membagi kita menjadi dua kelompok yang berbeda."

"Sebaliknya, jadilah pemilik hidupmu sendiri dan menyuarakan keinginan dan pendapatmu. Suatu hari, itu akan tampak seperti hal yang wajar untuk dilakukan dan pemikiran yang berbeda pada akhirnya akan menjadi satu untuk menghasilkan solusi. Aku benar-benar berharap itu akan terwujud di masa depan," pungkasnya.

(wk/dewi)

You can share this post!

Related Posts