Beri Makan Lele Lewat Aplikasi, Peternak Ini Raih Penghasilan Hingga Rp 100 Juta
Nasional

Menggunakan teknologi, peternak lele di Indramayu ini sengaja memberikan pakan untuk hewan ternaknya lewat aplikasi.

WowKeren - Di dua desa Kecamatan Lohsarang, Indramayu, Jawa Barat, terdapat hamparan luas tambak lele. Kedua desa tersebut adalah Desa Krimun dan Desa Puntang.

Awalnya, pekerjaan masyarakat di kedua desa ini adalah peternak udang windu. Namun bencana terjadi. Mereka mengalami kerugian hingga ratusan juta.


Setelah kejadian itu, salah seorang peternak udang mengetahui jika budidaya lele bisa selamat. Seorang warga bernama Carmin, akhirnya memutuskan untuk beralih menjadi peternak lele.

Salah satu peternak lele lainnya, Sarman, menceritakan tentang pengalamannya. Hingga saat ini ia sudah berpenghasilan Rp 100 juta per hari. Tentu saja, dibalik kesuksesan ini ia harus melewati banyak suka dan duka.

Awalnya, Sarman hanya mampu membeli satu kolam ikan lele, tapi kini jumlahnya semakin bertambah. Kolam yang dimilikinya sendiri berjumlah 200 dengan masing-masing luas sekitar 500 meter persegi. Tak hanya itu, ia juga memiliki seratus kolam gadai dari peternak ikan lele yang lain.

“Peternak di sini biasa menggadaikan kolamnya pada peternak lain jika yang bersangkutan tiba-tiba membutuhkan uang dalam jumlah besar,” ujar pria yang akrab disapa Maman ini. “Saat kolam digadaikan, peternak lele yang menerima gadai berhak memanfaatkan kolam yang digadaikan untuk memelihara lele.”

Maman mengaku jika dirinya mengurus 100 kolam lelenya sendiri. Sedangkan 200 kolam lainnya dipercayakan kepada 20 pekerja.

Setiap harinya, Maman bisa memanen lele hingga lebih dari tujuh ton. Jika harga terendah satu kilogram lele dari peternak Rp 15.000, maka pendapatan kotor Maman setiap hari adalah sekitar Rp 105 juta.

Dalam menjalankan usahanya, Maman menggunakan teknologi modern. Di antara ratusan kolam lele milik Maman, terdapat beberapa tong berwarna hijau tosca yang dipasangi kotak elektronik.

Tong dan perangkat pelepas pakan ini berisi 60 kilogram pakan lele. Sekitar 30 ribu ekor lele di setiap kolam membutuhkan 10 kilogram makanan per harinya.

Maman menjelaskan bahwa kotak tersebut terhubung ke telepon genggamnya. Karena itu, ia bisa mengatur dari jarak jauh kapan akan menaburkan pakan.

“Kotak ini terhubung dengan telepon genggam saya,” ujar Maman. “Lewat aplikasi dari telepon genggam, saya bisa mengatur dari jarak jauh kapan pakan akan ditabur ke kolam.

Saat ini, ia telah memasang 40 kotak pengatur pemberi pakan lele di sejumlah kolamnya. Alat canggih itu rupanya sudah digunakan selama setahun.

“Nama perangkatnya, e-Fishery atau pemberi pakan otomatis,” terang Maman. “Saya sudah setahun memakai perangkat ini.”

Teknologi tersebut merupakan terobosan baru yang menguntungkan para peternak ikan lele. Sebab selain hemat tenaga, mereka juga dapat menghemat waktu secara efisien.

Tong dan pelepas pakan lele tersebut dilengkapi perangkat digital yang dapat mengatur jadwal pemberian makan lele. Sehingga, para peternak dapat memberi makan ternaknya tanpa harus turun langsung ke kolam.

“Ya maklumlah. Namanya manusia. Tidak semua pekerja jujur dan rajin, ada yang curang dan malas,” ujar Maman. “Dengan adanya perangkat ini, saya lebih leluasa meyeleksi para pekerja tetap saya.”

Belum lama ini, telah dibuka pula kampung perikanan digital (kolam lele) yang dilengkapi sistem pemberi makan otomatis. Proyek ini diprakarsai oleh beberapa perusahaan ternama.

You can share this post!

Related Posts
Loading...