Diduga Terima Suap Rp 1,5 Miliar Dana Pendidikan, Bupati Cianjur Resmi Ditahan KPK
Nasional

Ditangkap dalam operasi tangkap tangan, wakil ketua KPK mengaku sangat kecewa lantaran dana pendidikan turut dikorupsi.

WowKeren - Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjaring Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar. Ia diduga menerima uang suap senilai Rp 1,5 miliar. Mirisnya, uang tersebut berasal dari dana pendidikan yang seharusnya digunakan untuk memperbaiki infrastruktur.

Terkait hal ini, Irvan resmi ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan penyidik KPK pada Kamis (13/12) kemarin. Tidak sendirian, Irvan ditangkap bersama dengan tiga orang lainnya. Mereka adalah Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur, Cecep Soebandi, Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan, Rosidin, serta Tubagus Cepy Sethiady yang merupakan kakak ipar Irvan.


Dalam kesempatan itu, Irvan sempat menyampaikan permintaan maaf kepada warganya. "Saya memohon maaf kepada warga masyarakat Kabupaten Cianjur atas kelalaian saya dalam mengawasi aparat pemerintah Kabupaten Cianjur yang telah melanggar hukum," ujar Irvan seperti dilansir TribunNews pada Jumat (14/12).

Kendati demikian, Irvan membantah bahwa dirinya memberi perintah untuk mengumpulkan dana dari pemotongan Dana Alokasi Khusus (DAK) pendidikan dari 140 kepala sekolah SMP di Kabupaten Cianjur. Ia juga membantah telah menerima jatah uang fee sebesar 7 persen dari total dana DAK Pendidikan Kabupaten Cianjur sebesar Rp 48,6 miliar.

Sementara itu, kasus ini menuai kekecewaan yang mendalam bagi wakil ketua KPK, Basaria Pandjaitan. "Kasus ini berhubungan dengan dana pendidikan. Jadi ada pemotongan dana yang seharusnya diberikan kepada anak didik. Ini sangat mengecewakan," ungkap Basaria saat menggelar jumpa pers di Gedung KPK Jakarta, pada Rabu (12/12) yang lalu.

Basaria menyebut bahwa korupsi di sektor pendidikan akan merugikan banyak pihak. Bukan hanya keuangan negara, namun juga dapat merusak masa depan bangsa. Diketahui, dana yang disangkakan telah dikorupsi tersebut rencananya digunakan untuk membangun fasilitas pendidikan di 140 SMP di Kabupaten Cianjur. Di antaranya adalah untuk membangun ruang kelas dan juga laboratorium.

Kasus ini sendiri turut menjadi perhatian di media sosial. Pada Kamis (13/12) kemarin, OTT Bupati Cianjur sempat masuk dalam jajaran trending topic di media sosial Twitter.

You can share this post!

Related Posts
Loading...