Viral Bocah Nyanyikan ‘Makan Daging Anjing dengan Sayur Kol’, Garda Satwa Indonesia Prihatin
Nasional

Video tersebut dinilai lucu oleh sebagian masyarakat. Pasalnya, bocah bertubuh gemuk itu menyanyikannya dengan penuh penghayatan,

WowKeren - Konsumsi daging anjing memang masih dilakukan di sebagian tempat di Indonesia. Meskipun hal ini dikecam oleh beberapa pihak karena memiliki unsur kekerasan dan kekejaman terhadap hewan, namun masih tetap saja dilakukan.

Baru-baru ini, viral lirik lagu “Makan Daging Anjing dengan Sayur Kol” di media sosial. Lirik tersebut berasal dari lagu berjudul “Sayur Kol” yang dipopulerkan oleh grup musik Punxgoaran. Lirik lagu tersebut berasal dari bahasa Batak.


Lagu ini bercerita tentang seorang pemuda yang pergi ke Siboron-borong. Di sana ia bertemu dengan seorang namboru bernama Panjaitan yang mengajak berteduh di rumahnya. Di sana, mereka menikmati hidangan berupa sayur kol dan daging anjing.

Lirik lagu ini seketika menjadi viral. Dalam video unggahan yang tersebar, terlihat seorang bocah kecil menyanyikannya. Sebagian publik pun menganggapnya lucu.

Namun rupanya fenomena ini membuat risih para pecinta hewan yang tergabung di organisasi Garda Satwa Indonesia. Mereka menegaskan bahwa mengonsumsi daging anjing berisiko tertular penyakit rabies, anthrax, dan bahkan hepatitis.

Elo masih makan anjing pake sayur kol, mending makan kolnya aja, sehat. Ga ada resiko,” tulis akun @gardasatwaindonesia di akun Instagram mereka pada Sabtu (15/12). “Kalo elo makan daging anjing, bisa aja elo kena rabies, anthrax, brucellosis, dan hepatitis.

Garda Satwa Indonesia juga mengungkapkan kekesalannya lewat unggahan video di Facebook belum lama ini. Video tersebut merupakan hasil investigasi mereka yang menampilkan proses pengolahan anjing.

Yang bilang lagu ‘makan daging anjing pake sayur kol’ lucu, silahkan tonton video ini sampai habis,” tulis akun @Garda Satwa Indonesia lewat akun Facebook mereka pada Selasa (11/12). “Tim kami sendiri pernah investigasi gimana kejamnya bunuh anjing buat makan.

Organisasi pecinta hewan ini kemudian mempertanyakan moral bangsa yang menganggap lucu penyiksaan terhadap anjing. Ia menambahkan bahwa jika kekejaman dan kekerasan dianggap lucu maka artinya jiwa bangsa ini sedang sakit.

Jika penyiksaan dianggap lucu, sudah hancur lah moral bangsa ini,” tambah Garda Satwa Indonesia. “Jiwanya sudah sakit.

Dalam Undang-undang No 18 tahun 2012, disebutkan bahwa daging anjing tidak termasuk dalam kategori pangan. Sebab, anjing bukan merupakan produk peternakan maupun kehutanan.

Meskipun begitu, masih ada saja sejumlah daerah di Indonesia yang masyarakatnya mengonsumsi daging anjing. Padahal, konsumsi daging anjing berpotensi memicu penyakit zootonik seperti rabies.

You can share this post!

Related Posts
Loading...