Tim Jokowi menilai Prabowo selalu menyebarkan narasi-narasi pesimisme lewat pidatonya.
- Wahyu
- Rabu, 19 Desember 2018 - 15:54 WIB
WowKeren - Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, belum lama ini menyebut Indonesia bakal punah jika dirinya tidak menang di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 nanti. Pernyataan tersebut ia lontarkan ketika berpidato di acara Konferensi Nasional Partai Gerindra yang digelar di Bogor pada Senin (17/12).
Pernyataan ini sontak menuai reaksi keras dari berbagai pihak, khususnya Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo alias Jokowi-Ma’ruf Amin. Wakil Sekretaris TKN Raja Juli Antoni menyebut Prabowo tidak pernah bertobat karena selalu menakut-nakuti rakyat.
“Pak Prabowo nggak pernah tobat, selalu menakuti-nakuti rakyat,” ujar Toni dilansir detikcom pada Rabu (19/12). “Apa yang diharapkan kepada capres yang bisanya menebar ketakutan dan pesimisme?”
Toni mengaku ia tidak mengerti jalan pikiran Prabowo. Ia kemudian mempertanyakan apa kaitan antara kepunahan Indonesia dengan kekalahan Prabowo. Menurutnya, Indonesia akan baik-baik saja, bahkan akan lebih baik jika Prabowo tidak keluar sebagai pemenang di Pilpres 2019 nanti.
“Selain itu, apa hubungannya Prabowo-Sandi kalah negara punah?” tanya Toni. “Indonesia bahkan akan baik-baik saja, bahkan mungkin lebih baik kalau Prabowo kalah.”
Selain Toni, Juru Bicara TKN, Ace Hasan Syadzily, juga memberikan reaksi yang sama terkait pernyataan kontroversial Prabowo itu. Justru pidato-pidato bernada pesimisme yang senantiasa ditebar oleh Prabowo lah yang membuat bangsa Indonesia tidak maju-maju.
Dengan adanya pernyataan semacam itu, Ace menganggap bahwa rakyat akan semakin yakin jika Prabowo bukanlah calon presiden yang tepat untuk NKRI. Hal ini lantaran capres nomor urut 02 tersebut selalu menyampaikan hal-hal yang bersifat negatif.
Sebaliknya, apa yang dilakukan oleh Jokowi selama ini dianggap sudah sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia. Pemerintah Jokowi selalu berupaya untuk menciptakan keadilan sosial yang merata dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
Hal tersebut dapat kita lihat pada maraknya pembangunan infrastruktur di sejumlah wilayah di Indonesia. Selain itu, pemerintah Jokowi saat ini juga berupaya menguatkan sumber daya manusia dan mengurangi kesenjangan sosial di masyarakat.
“Pak Jokowi dalam 4 tahun ini telah mengarahkan kepemimpinannya ke arah itu,” terang Ace dilansir sindonews pada Rabu (19/12). “Pembangunan Infrastruktur, penguatan sumber daya manusia dan mengurangi ketimpangan sosial.”
Sebelumnya, pihak Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Eva Kusuma juga menilai pernyataan Prabowo berlebihan. Eva Kusuma selaku Sekretaris Badan Pendidikan dan Pelatihan DPP PDIP meminta agar Prabowo tidak asal bicara.
(wk/wahy)