PT NKE menjawab polemik siapa yang akan bertanggung jawab atas biaya pemulihan amblesnya Jalan Gubeng.
- Wahyu
- Jumat, 21 Desember 2018 - 09:23 WIB
WowKeren - Jalan Gubeng yang ambles Selasa (18/18) lalu kini sudah mulai diperbaiki. Perbaikan ini tak lepas dari kerja sama antara Pemerintah Kota (Pemkot) dan Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya.
Pemulihan mulai dilakukan pada Kamis (20/12) setelah adanya arahan dari tim ahli. Wakil Walikota Surabaya Wishnu Sakti Buana menuturkan bahwa proses perbaikan dimulai dari gedung Elizabeth dan BNI, mengingat dua gedung tersebut yang paling dekat lokasinya dengan jalan ambles.
Pengurugan di Gedung Elizabeth dan BNI bertujuan untuk mencegah terjadinya erosi. Sebab menurut Wishnu, cuaca hujan menjelang akhir tahun juga bisa menjadi hambatan saat proses perbaikan.
“Kita urug dulu dari sisi gedung dua ini (BNI dan Elizabeth),” jelas Wishnu dilansir antaranews pada Jumat (21/12). “Yang paling riskan kalau hujan kan ada sliding, ada erosi lagi, nah ini kita tahan dulu. Dan kita dari hasil koordinasi sudah bisa bekerja dengan batas pedestrian sisi barat dan itu akan kita percepat.”
Meskipun sudah ada target kapan pemulihan akan selesai, namun Wishnu mengupayakan target tersebut bisa diselesaikan lebih cepat. Sehingga, masyarakat bisa segera melalui kembali jalan tersebut.
“Tim pemulihan sudah mulai bekerja hari ini,” jelas Wishnu. “Jadi perhitungan kita yang semula sekian hari, kita usahakan lebih cepat dari itu, dan dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat.”
Terkait masalah biaya pemulihan, pihak kontraktor proyek PT. Nusa Konstruksi Enjiniring (NKE) siap menanggung penuh hingga selesai. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Direktur Utama PT. NKE Tbk Joko Eko.
“Kami tanggung jawab,” kata Joko di DPRD Surabaya, Kamis (20/12). “Mulai sore ini, kami sudah mulai recovery jalan.”
Sebelumnya, muncul polemik siapa yang akan menanggung biaya perbaikan tersebut. Bahkan Walikota Surabaya sempat berniat untuk menganggarkannya dari dana cadangan bencana.
“Kontraktor tanggung jawab penuh sampai normal kembali,” kata Armuji selaku Ketua DPRD Surabaya dilansir detikcom Jumat (21/12). “Ini kesanggupan mereka yang telah mengerjakan.”
Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan mengungkapkan bahwa prioritas pemulihan adalah bangunan di sekitar lokasi tetap aman. Setelah itu, baru memulihkan tempat-tempat yang sempat dievakuasi.
“Kedua, targetnya adalah tempat-tempat yang kemarin kita evakuasi, dapat segera kita fungsikan. Kita buat yang paling cepat,” ujar Rudi dilansir antaranews pada Jumat (20/12). Tadi sudah komunikasi dengan Ibu (Wali Kota Surabaya), Wawali, dan tim juga. Pokoknya lebih cepat dari target sebelumnya.”
(wk/wahy)