Siap Tanggung Pemulihan Jalan Gubeng, Kontraktor Proyek Anggarkan Rp 10 Miliar
Instagram/info_surabaya
Nasional

PT NKE bersama perusahaan pemberi kerja menganggarkan dana sebesar Rp10 miliar untuk pemulihan jalan.

WowKeren - Setelah sempat terjadi polemik siapa yang bertanggung jawab atas kerusakan amblesnya Jalan Gubeng, PT Nusa Kontraktor Enjiniring akhirnya mengaku bersedia menanggung biaya pemulihan. Hal tersebut merupakan bentuk komitmen atas musibah yang diakibatkan oleh proyek basement yang tengah digarapnya.

Koordinator Proyek PT NKE Hendri Noor mengatakan bahwa pihaknya telah menganggarkan dana sebesar Rp 10 miliar untuk pemulihan jalan. Jumlah tersebut masih bisa bertambah jika memang dibutuhkan pengembangan saat proses pengerjaan nanti.

“Sementara ini kami cadangkan Rp 10 miliar,” kata Hendri Noor di DPRD Surabaya, Jumat (21/12). “Ya, nanti kalau berkembang lagi kita tambah dan kita belum tahu nanti akan diapakan lagi.”

Dana tersebut merupakan patungan antara pihak PT NKE dengan PT Saputra Karya sebagai pemilik lahan. Nantinya, dana ini akan digunakan untuk membeli material. Material tersebut rencananya akan dipakai untuk pemulihan badan jalan.

“Material kita yang beli. Per hari ini kita sudah membeli sekitar 14.000 kubik,” kata Hendri. “Kita beli dengan owner bareng-bareng.”


Selain dana 10 M tersebut, Hendri menuturkan pihak Pemkot Surabaya juga ikut membantu. Namun, jumlahnya tidak begitu besar. Ia rencananya juga akan menukar dump truck kecil dari pemkot dengan miliknya.

“Yang dari pemkot sedikit. Itu yang pakai dump truck kecil kemarin itu milik pemkot,” terang Hendri. “Itu nanti kita juga tukar, kita ganti lagi.”

Sebelumnya, PT NKE sempat mengaku keberatan jika dijadikan sebagai satu-satunya pihak yang menanggung biaya pemulihan. Sebab, dari proses penyelidikan masih belum menunjukkan hasil. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Utama PT NKE Djoko Eko saat menggelar konferensi pers di Jakarta Selatan, Jumat (21/12).

”Dalam hal penyelidikan belum menyimpulkan hasil, PT NKE menyatakan keberatan jika dijadikan pihak yang satu-satunya bertanggung jawab atas musibah ini,” kata Djoko di Kantor Pusat PT NKE pada Jumat (21/12). “PT NKE memohon agar publik bersabar hingga penyelidikan yang dilakukan instansi berwenang selesai dan menyimpulkan hasil.”

Pihak PT NKE mengaku mengutamakan kepentingan umum sehingga ingin agar pemulihan jalan dilakukan secepat mungkin. Tentu saja dalam praktiknya, ia harus bekerja sama dengan pihak pemkot, kepolisian, dan pemberi kerja (PT Saputra Karya).

“Insyaallah berdasarkan perkembangan terakhir sekarang, bisa diselesaikan,” sambung Djoko. “Insyaallah bisa lebih cepat daripada rencananya.”

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait