Kebakaran hutan dan lahan dapat meningkatkan potensi longsor dan banjir sehingga perlu dilakukan antisipasi terhadap El Nino yang membawa suhu panas.
- Wahyu
- Selasa, 08 Januari 2019 - 13:11 WIB
WowKeren - Tak hanya bencana tsunami dan gempa, Indonesia sepertinya harus lebih waspada terhadap ancaman cuaca. Angin El-Nino salah satunya.
El Nino merupakan fenomena iklim yang menyebabkan munculnya angin panas akibat perubahan suhu di atas permukaan air laut. El Nino berlangsung selama beberapa bulan dan berpengaruh terhadap cuaca di wilayah tropis dan subtropis bumi.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi adanya El Nino moderat di Indonesia antara Januari hingga Februari. Karena membawa suhu panas, dikhawatirkan El Nino akan menyebabkan kebakaran hutan. Untuk itu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) akan melakukan antisipasi terkait hal ini.
"El Nino moderate di wilayah Indonesia akan terjadi pada awal Januari hingga Februari 2019," kata Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim Ruandha Agung Sugardiman dalam keterangan tertulis pada Senin (7/1/2019). "Dan perlu dilakukan antisipasi sejak dini."
KLHK memiliki tim khusus yang disebut Manggala Agni, atau Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan. Manggala Agni bertugas untuk selalu sigap dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Indonesia.
Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK, Raffles B. Panjaitan, mengatakan bahwa saat ini cuaca dan angin panas yang kencang bisa menjadi pemicu terjadinya kebakaran hutan. Terutama di wilayah Kabupaten Dumai, Riau.
Untuk itu, Manggala Agni dipersiapkan untuk melakukan pemadaman di area yang rawan terjadi kebakaran. Hal ini dimaksudkan agar api tidak meluas sehingga menimbulkan kerusakan.
"Saat ini cukup panas dan angin kencang menjadi pemicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan seperti di wilayah Kabupaten Dumai, Provinsi Riau," ujar Raffle dilansir Antara pada Selasa (8/1). "Hingga saat ini, Manggala Agni sigap melakukan pemadaman di areal terbakar, agar api tidak meluas."
Manggala Agni terus melakukan pemadaman pada lahan yang terbakar di Desa Mamugo, Kabupaten Rokan Hilir, Riau. Petugas sempat mengalami kesulitan karena jenis tanah yang ada di desa ini merupakan tanah gambut sehingga api lebih sulit untuk dipadamkan. Sebab, titik panasnya berada di permukaan tanah.
(wk/wahy)