Pasangan Pengantin di Palembang Ditinggal Kabur Wedding Organizer, Ratusan Tamu Undangan Tak Makan
Nasional

Pesta pernikahan sepasang pengantin di Palembang rusak karena ditipu dan ditinggal kabur oleh sebuah wedding organizer.

WowKeren - Pesta pernikahan memang menjadi hari yang spesial bagi semua pasangan. Biasanya, hari spesial ini identik dengan kebahagiaan kedua mempelai serta seluruh keluarga mereka. Namun apa jadinya bila hari pernikahan malah dirusak oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab?

Rusaknya hari bahagia tersebut baru saja dialami oleh sepasang pengantin asal Palembang bernama Anggi dan Fadlan. Hari resepsi keduanya digelar di Gedung Sukaria Palembang pada 5 Januari 2019 kemarin.


Sayangnya, pasangan ini harus menanggung malu lantaran 1.000 porsi makanan untuk tamu undangan yang telah mereka pesan tak kunjung sampai. Hingga acara selesai, para tamu harus kelaparan karena tak mendapat santapan.

Ternyata pasangan pengantin ini menjadi korban penipuan sebuah wedding organizer. Dilansir detikcom pada 9 Januari 2019, kakek Fadlan, Saleh, mengaku panitia acara tersebut kabur sehingga sama sekali tak tersedia makanan.

"Cucu saya malu, ribuan tamu undangan datang ke pesta, tapi tak ada makanan," tutur Saleh di kawasan 10 Ilir, Palembang, Selasa (8/1). "Panitianya kabur, jadi makanan katering tidak ada sama sekali."

Saleh menyebutkan bahwa pemilik katering tersebut adalah wanita asal Talang Kelapa, Banyuasin, dengan inisial U. Tak tanggung-tanggung, U membawa kabur semua biaya yang telah dibayar lunas jauh sebelum pesta digelar. Kakek mempelai pria itu menyebut bahwa biaya yang telah mereka keluarkan mencapai seratusan juta rupiah.

"Semua itu sudah lunas. Jadi dibayar satu paket sama gedung dan katering," terang Saleh. "Termasuk pakaian semuanya. Padahal ini momen penting bagi hidup mereka."

Menurut Saleh, ratusan tamu datang saat pesta berlangsung. Sudah sekitar pukul 10.30 WIB, hidangan tak kunjung datang. Pihak keluarga pun mulai panik karena belum juga terlihat tanda-tanda makanan dan minuman di meja prasmanan.

"Sekitar pukul 10.30 WIB, keluarga sudah mulai panik. Kenapa kateringnya belum datang dan kenapa meja masih kosong," ujar Saleh. "Saya saat itu menerima tamu. Pas lihat ke dalam, sudah gelisah semua. Tamu di dalam duduk enggak ada makanan atau minuman. Kosong!"

Melihat hal tersebut, pria berusia 85 tahun itu menyarankan agar tamu diberi pengumuman. Pihak keluarga pun menyampaikan kepada tamu bahwa di pesta tersebut tak terdapat makanan.

"Pas makan siang itu kami umumkan di depan pakai pengeras suara," jelas Saleh. "Kami dari pihak keluarga meminta maaf karena di pesta itu tidak ada makanan, kami beri penjelasan."

Tamu undangan pun dapat memahami kondisi keluarga dan mulai meninggalkan gedung. Kala bersalaman dengan para tamu undangan, keluarga menyampaikan permohonan maaf.

"Kami sampaikan mohon maaf, ini semua di luar kendali kami," ucap Saleh. "Sedih karena seharusnya bahagia jadi begini, tapi saya sudah sampaikan ke cucu, ini pelajaran."

You can share this post!

Related Posts