Marak di Indonesia, Gojek Ternyata Dilarang Masuk ke Filipina
Instagram/gojekindonesia
Nasional

Sebelumnya, GoJek telah melakukan ekspansi ke negara di Asia Tenggara seperti Vietnam dan juga Thailand.

WowKeren - Kehadiran GoJek di Indonesia cukup menimbulkan kontroversi. Ada yang menyambut baik dan ada yang kurang sepakat karena dianggap memiliki banyak kelemahan.

Meski demikian, tak dipungkiri bahwa masyarakat pengguna layanan GoJek juga tak bisa dibilang sedikit. Kemudahan layanan yang ditawarkan GoJek membuat banyak orang beralih menggunakan transportasi berbasis online ini.

Meski marak di Indonesia, GoJek ternyata mengalami masalah ketika akan melebarkan sayapnya ke Filipina. Pemerintah Filipina melarang operasi GoJek karena layanan transportasi ini dianggap tidak memenuhi persayaratan kepemilikan lokal. Hal itu diungkapkan oleh Ketua Otoritas Transportasi Darat Filipina, Martin Delgra.

"Velox Technology Philippines Inc (anak usaha Go-Jek), tidak memenuhi persyaratan kepemilikan lokal," kata Martin dilansir Channel News Asia pada Rabu (9/1). "Sehingga aplikasi pengajuan tidak sesuai aturan kami."

Pemerintah Filipina membatasi kepemilikan asing terhadap industri tertentu sebesar empat puluh persen. Sedangkan Velox Technology Philippines Inc sepenuhnya dimiliki oleh GoJek. Tentu saja hal ini tidak sesuai dengan peraturan mereka.


Selain Filipina, GoJek telah mengepakkan sayapnya ke Vietnam dan Thailand sebelumnya. Masing-masing anak perusahaan tersebut diberi nama GoViet dan GET. Dua perusahaan ini merupakan langkah pertama ekspansi GoJek ke dunia internasional.

Kedua perusahaan tersebut rencananya akan dikelola oleh tim manajemen dan pendiri lokal. Sedangkan pihak GoJek dalam hal ini berperan mendukung perusahaan dalam hal pengetahuan, teknologi, serta investasi.

GoViet sendiri baru akan diluncurkan secara menyeluruh beberapa bulan mendatang. Saat ini, anak perusahaan yang diperkenalkan di Vietnam tersebut akan memasuki tahap percobaan yang melibatkan konsumen serta pengemudi. Tahap percobaan ini dijadwalkan akan dimulai bulan Juli.

Sedangkan anak perusahaan di Thailand, GET, akan diluncurkan setelah GoViet. Saat ini, sedang dilakukan konsultasi yang melibatkan berbagai pihak yang berkepentingan. Tak hanya pengemudi dan konsumen, tapi juga pemerintah setempat.

Ekspansi GoJek ke negara-negara di Asia Tenggara sudah direncanakan sejak lama. Perencanaan yang berlangsung selama beberapa bulan tersebut melibatkan investor-investor besar seperti Astra Internasional, Tencent, Warburg, hingga Google.

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait