Sebelum Hapus Akun, Tersangka Hoaks Surat Suara Catut Empat Akun Politikus
Instagram/divisihumaspolri
Nasional

Cuitan mengenai kontainer berisi surat suara tercoblos pertama kali diunggah oleh tersangka pada Selasa (1/1) tengah malam.

WowKeren - Empat tersangka hoaks surat suara tercoblos sudah ditangkap petugas. Salah satunya bernama Bagus Bawana Putra (BPP) yang diduga merupakan Ketua Dewan Koalisi Relawan Nasional Prabowo.

BPP pertama kali menyebar hoaks soal kontainer surat suara melalui media sosial Twitter dengan memakai akun @bagnatara1. Kepemilikan akun tersebut sudah dikonfirmasi oleh pihak kepolisian dan memang benar bahwa @bagnatara1 merupakan akun milik BBP. Namun, akun itu kini sudah dihapus.


Cuitan mengenai tujuh kontainer berisi surat suara tercoblos pertama kali diunggah BBP pada Selasa (1/1) tengah malam. Dalam cuitannya itu, ia juga menyertakan empat akun politikus, termasuk Andi Arief.

"Ada info, katanya di tanjung priuk ditemukan 7 kontainer, berisi kertas suara, yg SDH tercoblos gbr salah satu paslon.." tulis akun @bagnatara1. "Sy tdk tahu, ini hoax atau tdk, mari kita cek sama2 ke Tanjung priok sekarang.. Cc @fadlizon , @AkunTofa , @AndiArief__ @Fahrihamzah."

Cuitan ini langsung viral dan menuai polemik dari berbagai pihak. Oleh sebab itu, BBP bermaksud menghilangkan jejak digital dengan cara menghapus akun miliknya itu. Tak cukup sampai di situ, usahanya untuk menghilangkan jejak juga dilakukan dengan cara membuang kartu seluler dan juga ponselnya.

"Betul itu akunnya," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (9/1). "Tapi sudah dihapus (akunnya) sama tersangka setelah viral."

Dedi mengatakan bahwa menghapus akun tidak dapat menghilangkan jejak digital. Ia menegaskan bahwa Polri memiliki tim siber khusus yang kompeten untuk mengungkap hal itu.

"Tapi yang namanya jejak digital itu tidak bisa dihilangkan sekalipun sudah dihapus," imbuh Dedi. "Tim Siber Polri punya kompetensi mengungkap itu."

Setelah mengunggah cuitan tersebut, esoknya BPP membuat rekaman suara berisi informasi yang sama. Lalu ia menyebarkan rekaman tersebut ke ke grup WhatsApp.

Terkait hal itu, Dedi mengatakan bahwa pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan. "Itu nanti. Masih didalami terus," lanjut Dedi.

You can share this post!

Related Posts
Loading...