Lama Terendam, Polri Sebut Identifikasi Tulang yang Diduga Korban Lion Air Makan Waktu Lama
Nasional

Karena sudah lama terendam di bawah laut, kemungkinan tulang sudah terkontaminasi sehingga sel-sel pembentuknya mengalami kerusakan.

WowKeren - Kopaska dan Dinas Penyelam Bawah Air (Dislambair) tak hanya berhasil menemukan CVR pesawat Lion Air JT-160 yang jatuh di Tanjung Karawang beberapa waktu lalu. Dalam pencariannya, tim gabungan tersebut menemukan potongan tubuh berupa tulang seberat tujuh kilogram.

Kepala Instalasi Kedokteran Forensik RS Polri, Kombes Edy Purnomo, menyebut proses pemeriksaan empat kantong jenazah berisi tulang yang diduga korban Lion Air JT 610 akan memakan waktu lama. Sebab, tulang-belulang tersebut sudah lama terendam di air.


"(Kesulitan) yang besar karena ini lama," terang Edy di RS Polri Kramajati, Jakarta Timur, Selasa (15/1). "Sudah terendam lama di dalam laut."

Tulang yang sudah lama terendam di dalam laut dikhawatirkan sudah terkontaminasi dengan zat-zat lainnya. Hal ini menyebabkan sel-sel pembentuk tulang menjadi rusak. Sehingga, proses identifikasi DNA yang ada pada tulang akan lebih sulit dilakukan. Edy mengatakan pihaknya akan melakukan ekstraksi lanjut.

"Karena umur sudah terlalu lama sehingga mungkin sel-sel yang ada di dalam tulang banyak yang sudah mati," jelas Edy. "Nanti kita ekstraksi lebih lanjut."

Selain itu, untuk memastikan kesesuaian data korban, Edy akan melakukan pencocokan dengan data antemorfem korban. Namun, jika tulang-belulang tersebut bukan milik para korban Lion Air, maka pihaknya akan menindak lanjutinya dengan melaporkan ke pihak berwajib.

"Ya karena ini kita kan bukan proses DVI atau bukan kita belum tahu, tapi yang pasti pengirim Lion Air nanti mungkin akan pencocokan dengan data antemortem," papar Edy. "Pihak Lion Air yang operasi kemarin tapi kalau ini ternyata bukan, ya nanti kita tindak lanjuti dengan laporan-laporan ke pihak yang berwajib."

Sebelumnya, Edy mengatakan bahwa pihak RS Polri Kramajati menerima empat kantong jenazah berisi tulang belulang dari pihak Lion Air. Diduga tulang-belulang tersebut adalah milik korban Lion Air JT 610.

"Kami informasikan memang benar," kata Edy. "Tadi malam sekitar jam 21.17 WIB RS Polri telah menerima 4 kantong yang berisi tulang belulang dari pihak Lion Air yang bersamaan dengan penemuan CVR (Cockpit Voice Recorder) di KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi)."

You can share this post!

Related Posts
Loading...