Prabowo Disorot Karena Sebut 'Korupsi Tak Seberapa', Sandiaga Uno Jelaskan Makna Sebenarnya
Instagram/sandiuno
Nasional

Cawapres Sandiaga Uno menjelaskan maksud pernyataan Capres Prabowo Subianto yang menyebut 'korupsi tak seberapa'.

WowKeren - Dalam debat perdana Pilpres 2019 semalam (17/1), ada beberapa pernyataan paslon Capres-Cawapres yang disoroti oleh publik. Salah satunya adalah jawaban yang diberikan Prabowo Subianto kepada Joko Widodo terkait caleg mantan napi korupsi di Gerindra.

"Kalau kasus itu sudah melalui proses, dia sudah dihukum dan kalau memang hukum mengizinkan," jawab Prabowo dalam debat tersebut. "Kalau dia masih bisa dan rakyat menghendaki dia karena dia mempunyai kelebihan-kelebihan lain, mungkin korupsinya juga enggak seberapa."


Pernyataan "korupsi tak seberapa" itu lalu mendapat sorotan publik. Sang Cawapres, Sandiaga Uno pun menjelaskan maksud Prabowo.

Menurut Sandi, ia dan Prabowo berkomitmen untuk memberantas korupsi baik kecil maupun besar selama itu merugikan masyarakat. Namun, apabila terpilih dalam Pilpres 2019, upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan oleh paslon tersebut akan berfokus pada akar masalah.

"Pak Prabowo bilang hukum harus ditegakkan. Tapi kalau korupsi yang disampaikan Pak Prabowo dibandingkan korupsi triliunan yang menghantam hajat hidup orang banyak, seperti korupsi yang mengakibatkan harga-harga bahan pokok menjulang tinggi," tutur Sandi usai berdiskusi dengan generasi milenial di Jakarta Selatan, Jumat (18/1). "Bahwa harga gula di Indonesia tiga kali lipat lebih tinggi dari harga dunia, harga beras lebih tinggi karena kebijakan impor, itu yang lebih difokuskan oleh penegakan hukum."

Menurut Sandi, Prabowo sudah menyampaikan dalam debat bahwa korupsi erat kaitannya dengan konflik kepentingan dan kesejahteraan. Oleh sebab itu, upaya pemberantasan korupsi dalam skala tertentu tidak bisa disamakan.

"Pak Prabowo memberikan contoh untuk seorang ibu yang mencuri kakao, keadilan yang diberikan kepada rakyat kecil itu harus dalam bentuk, misalnya memberikan hukuman pekerjaan sosial, sebagai petugas kebersihan, atau dicari hukuman yang adil karena melakukan itu karena keterpaksaan karena tidak memilki kesejahteraan," jelas Sandi. "Justru karena kesejahteraan itu yang kita harus perbaiki."

Tak hanya itu, Sandi juga menawarkan solusi untuk menangani korupsi. Menurut mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut, peningkatan kesejahteraan dapat menangani korupsi.

"Kalau kesejahteraan kita perbaiki dan masyarakat sudah mendapat penghasilan yang cukup," terang Sandi. "Terus melakukan korup, baru kita hukum seberat-beratnya, sesuai dengan hukum tentunya."

You can share this post!

Related Posts