Pertemuan tersebut digelar di kediaman Prabowo yang ada di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
- Wahyu
- Jumat, 25 Januari 2019 - 09:59 WIB
WowKeren - Duta Besar Uni Eropa datang mengunjungi markas pasangan Capres-Cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dan Joko Widodo alias Jokowi-Ma'ruf Amin. Adapun maksud kedatangan mereka adalah untuk mengetahui lebih lanjut tentang program yang ditawarkan oleh kedua Paslon.
Hal tersebut dikemukakan oleh duta besar Uni Eropa HE Vincent Guerend. Vincent mengatakan bahwa Uni Eropa dan Indonesia memiliki hubungan kemitraan yang cukup penting untuk dibahas. Oleh sebab itu, pihaknya ingin membahas apa saja program dari kedua Paslon untuk memperluas kemitraan di masa mendatang.
"Kami ingin memahami lebih baik lagi program dari kedua tim kampanye. Dan inilah yang kami bahas," kata Vincent di Hotel Gran Melia, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (24/1). "Kami berdiskusi soal pentingnya hubungan antara Uni Eropa dan Indonesia. Dan bagaimana pentingnya memperluas kemitraan di masa depan."
Sebelumnya, Vincent dan rombongannya menemui Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga. Bukan di kantor BPN, pertemuan tersebut digelar di kediaman Prabowo yang ada di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Jumat (18/1).
Dalam pertemuan itu membahas kebijakan ekonomi yang akan dilakukan Prabowo-Sandiaga ketika menang Pilpres nanti. Pihak BPN juga sempat menyinggung masalah integritas dalam pelaksanaan Pilpres 2019. Salah satu contohnya yakni jumlah daftar pemilih tetap (DPT) yang dinilai pihak BPN tidak valid.
"Kami menyampaikan fakta bahwa ada ancaman terhadap integritas, kejujuran, dan transparansi di daftar pemilih tetap," kata Direktur Hubungan Luar Negeri BPN Prabowo-Sandi, Irawan Ronodipuro, lewat keterangan tertulis pada Jumat (18/1). "Kami menemukan nama-nama orang yang sudah meninggal dunia atau nomor KTP yang tidak lengkap, tapi masih terdaftar dalam DPT."
Untuk itu, pihak BPN meminta Uni Eropa untuk ikut memantau jalannya Pemilu 2019. Hal ini bertujuan agar pelaksanaan Pemilu dapat berlangsung adil untuk demokrasi Indonesia yang lebih baik.
"Kami juga mendorong Uni Eropa turut memantau jalannya Pemilu 2019," lanjut Irawan. "Agar berlangsung jujur dan adil demi kualitas demokrasi Indonesia yang lebih baik."
(wk/wahy)