Wakil pengusaha beras, Billy Haryanto, melarang Presiden Jokowi berkunjung ke Pasar Induk Cipinang, mengapa?
- Bertilia Puteri
- Jumat, 25 Januari 2019 - 14:23 WIB
WowKeren - Presiden Joko Widodo menerima para pengusaha beras di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (24/1). Pertemuan ini digelar untuk mengetahui kondisi beras baik di Jakarta maupun di daerah-daerah lain.
"Pagi hari ini saya tidak ingin bicara banyak," tutur Jokowi di Istana Merdeka Jakarta. "Tetapi saya ingin mendengarkan situasi dan kondisi mengenai perberasan baik di pasar maupun daerah dan ke depannya akan seperti apa."
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi didampingi oleh Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, dan Koordinator Staf Khusus Presiden, Teten Masduki. Sementara itu, para pengusaha beras yang hadir terdiri dari pedagang di Pasar Induk Cipinang, Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia, serta pengusaha lain.
Wakil pengusaha beras dari DPD Perkumpulan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia, Billy Haryanto, menjelaskan bahwa urusan beras saat ini sudah sangat stabil. Bahkan saking stabilnya, para pedagang mulai khawatir harga beras mulai bergerak turun.
"Turun terus. Tapi maunya kita jangan turun terus," ujar Billy. "Kasihan petani."
Billy juga menyebutkan bahwa masalah beras harus dilaporkan dengan proporsi seimbang. Agar petani dan pedagang sama-sama mendapatkan untung.
"Makanya kalau dibilang beras mahal beras mahal itu salah," kata Billy. "Harusnya di tengah, petani untung pedagang untung."
Ia kembali menekankan bahwa perberasan kini sangat stabil, termasuk harga dan stok di Pasar Induk Cipinang. Billy pun lantas melarang sang Presiden untuk datang ke pasar tersebut.
"Saya jamin, makanya Presiden mau ke Cipinang saya larang," ujar Billy. "Ngapain, kan nyapek-nyapekin dan Presiden kan juga sudah capek."
Billy khawatir apabila Jokowi berkunjung ke Pasar Induk Cipinang, publik akan menilai pencitraan. Karena harga beras sedang stabil dan stok mencukupi, kunjungan sang Presiden pun dianggap tidak perlu.
"Dikira pencitraan masa kampanye. Gak usah ke pasar-pasar," jelas Billy. "Sudahlah, toh harga stabil dan cenderung turun. Stok sangat cukup."
Sebelumnya, stabilnya harga beras juga sempat disampaikan oleh Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso. Budi bahkan mengaku sedang melirik pasar ekspor untuk menyalurkan stok beras yang diprediksi berlebih tahun ini.
(wk/Bert)