Bawaslu Selidiki Tabloid 'Indonesia Barokah', Ungkap Tak Ada Unsur Kampanye di Dalamnya
Nasional

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI telah mendapat laporan dari berbagai pihak dan menelusuri tabloid 'Indonesia Barokah'.

WowKeren - Tabloid "Indonesia Barokah" sempat mengegerkan publik. Pasalnya, tabloid yang dikirim ke masjid-masjid ini diduga memiliki konten yang menyudutkan salah satu paslon capres-cawapres.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI pun telah mendapat laporan dari berbagai pihak dan menelusuri tabloid tersebut. Alamat kantor redaksi tabloid "Indonesia Barokah" yang tercantum ternyata palsu.

"Sudah mencari alamatnya, enggak menemukan," terang anggota Bawaslu, Ratna Dewi Pettalolo, Jumat (25/1). "Kemudian kami sampaikan ke jajaran Bawaslu provinsi, kabupaten/kota, jika ada laporan diproses sesuai tata cara mekanisme laporan."

Tak hanya menelusuri alamat kantor redaksi, Bawaslu daerah juga sudah berkoordinasi dengan para takmir masjid dan PT Pos Indonesia. Mereka diminta untuk tak mengedarkan tabloid "Indonesia Barokah" apabila menerima paketnya.


Dewi menjelaskan bahwa mereka menerima laporan tabloid "Indonesia Barokah" telah tersebar di wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Banten. Untuk saat ini masih belum ada laporan mengenai penyebaran tabloid tersebut di Jakarta.

Menurut Dewi, unsur pelanggaran belum ditemukan di tabloid "Indonesia Barokah". Pasalnya, berdasarkan hasil penelitian, tidak ada unsur kampanye dalam tabloid tersebut.

"Sudah ada penanganan di salah satu kabupaten, dibahas polisi dan jaksa, tidak ada unsur kampanye," ungkap Dewi. "Pelanggaran terjadi kalau ada bahan kampanye, tapi (di tabloid) tidak ada bahan kampanye."

Sebelumnya, Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno, menilai bahwa peredaran tabloid tersebut merupakan bagian dari black campaign atau kampanye hitam. Sandi juga meminta agar masing-masing pihak tidak saling menyalahkan satu sama lain dan menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

Kubu petahana, Joko Widodo-Ma'ruf Amin pun telah menegaskan bahwa pihak mereka tidak mengedarkan tabloid tersebut. Meski demikian, timses Jokowi-Ma'ruf sempat menyebut bahwa konten tabloid tersebut bukan berita bohong atau hoaks.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait