Novel Bamukmin menilai Yusril Ihza Mahendra selaku Ketua Umum PBB salah langkah dan akan membuat partainya tenggelam.
- Bertilia Puteri
- Senin, 28 Januari 2019 - 12:18 WIB
WowKeren - Partai Bulan Bintang (PBB) resmi mendukung paslon Capres-Cawapres nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin, dalam Pilpres 2019. Namun ternyata dukungan ini menuai beberapa polemik.
Polemik justru datang dari dalam badan partai sendiri lantaran beberapa kader mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Caleg dan kader PBB, Novel Bamukmin, bahkan menilai Yusril Ihza Mahendra selaku Ketua Umum salah langkah dan akan membuat partainya tenggelam.
"Saya melihat YIM telah mengambil langkah keliru yang akan menenggelamkan partai Islam satu satunya. Itu demi membela kepentingan politik mungkarnya dengan alasan berdasarkan aspirasi kader atau sebagian caleg, karena para kader dan caleg bisa bertindak seperti itu," tutur Novel dilansir detikcom, Minggu (27/1). "Karena YIM sendiri yang sudah memberikan isyarat mengarahkan ke 01. Diibaratkan 'guru kencing berdiri, murid kencing berlari'. YIM jadi pengacara KORUF, maka para kader dan calegnya langsung deklarasi ke 01."
Menurut Novel, dukungan PBB ke kubu petahana semata-mata diberikan karena ada tekanan dari Yusril. Ia pun meminta agar sang Ketua Umum tidak menggunakan aspirasi kader sebagai alasannya mendukung Jokowi-Ma'ruf.
"Jadi Yusril jangan munafiklah bahwa ini alasan aspirasi kader dan calegnya. Karena Yusril biang kekisruhan dan yang akan menenggelamkan PBB karena umat Islam akan kecewa partai yang berlandaskan syariat Islam mendukung kelompok penista agama dan kriminalisasi ulama," ujar Novel. "PBB seperti akan tenggelam dan tidak akan bangkit lagi karena telah mengkhianati amanat umat Islam."
Novel juga menjelaskan bahwa ia merasa miris terhadap sikap Yusril yang dianggap sudah jauh dari tuntunan Islam. Ia mengaku tidak akan tinggal diam dengan keputusan tersebut.
"Saya melihat PBB sudah sangat terhina saat ini dengan ulah YIM dan begundal begundalnya yang menjadikan PBB ini menjadi partai pendukung kelompok pendukung penista agama dan kriminalisasi ulama," tegas Novel. "Saya dan kawan-kawan sudah maksimal ingin menyelamatkan PBB dari kehancuran. Kami taat dengan amanat ulama pendiri partai PBB dan ijtimak ulama saat ini. Kami juga sudah berusaha dengan menggalang kekuatan bersama ulama dengan mendeklarasikan PAS lantang sebagai amanat ijtimak ulama, namun hasilnya kita serahkan kepada Allah karena yang Allah lihat adalah perjuangannya bukan hasilnya."
Yusril sendiri sebelumnya mengaku bahwa perbedaan pendapat soal palon yang akan didukung dalam partainya merupakan hal wajar. Kader PBB tetap boleh memberikan dukungannya pada Prabowo-Sandi asal tidak membawa nama partai. Ia mengaku akan menindak tegas dan memberi sanksi kader yang mendukung Prabowo-Sandiaga atas nama PBB.
(wk/Bert)