Erick Thohir Tepis Anggapan Lepas Rp 2,4 Triliun Saham Inter Milan Untuk Dana Kampanye
Instagram/erickthohir
Nasional

Penjualan saham tersebut murni karena alasan bisnis, mengingat Erick sendiri memiliki bisnis di bidang olahraga dan media.

WowKeren - Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo alias Jokowi-Ma'ruf Amin, Erick Thohir telah melepas 31,05 persen sahamnya di Inter Milan. Tak tanggung-tanggung, jumlahnya pun mencapai Rp 2,4 triliun.

Sontak langkah Erick ini memunculkan anggapan bahwa hasil penjualan saham tersebut digunakan untuk kampanye. Meski begitu, Erick dengan tegas menampik anggapan tersebut. Ia mengatakan bahwa penjualan tersebut murni dilakukan atas alasan bisnis.

"Oh enggak bisa, enggak ada hubungannya. Tidak ada pemikiran seperti itu," kata di rumah dinas Wali Kota Surakarta, Loji Gandrung, Minggu (27/1). "Itu pure bisnis. Secara investasi saya kira tepat."

Anggapan Erick menjual sahamnya untuk dana kampanye berangkat dari fakta bahwa Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno, yang juga melepas sahamnya untuk kepentingan kampanye. Menurut Erick, posisi diirnya dan Sandiaga amatlah berbeda.

Erick menilai bahwa Sandiaga sebagai Cawapres memang wajib untuk menyumbang dana kampanye. Menurut Erick, dirinya memang juga menyumbang dan menggalang dana namun tidak sebagai kapasitas Capres maupun Cawapres.


"Saya itu kan tidak menjadi presiden dan wakil presiden. Pasti saya juga menyumbang, saya juga menggalang dana, tapi kepentingannya berbeda," terang Erick. "Kalau Mas Sandi kan menjual memang wakil presiden. Dia memang wajib kalau memang menjadi wakil presiden."

Hal tersebut juga dibenarkan oleh Bendahara TKN Wahyu Sakti Trenggono. Penjualan saham itu memang berkaitan dengan urusan bisnis.

Sebab, selama ini Erick sendiri diketahui memang bergelut di dunia bisnis olah raga dan media. Sehingga, penjualan saham Inter Milan sama sekali tidak ada kaitannya dengan kampanye.

"Malah saya nggak tahu kalau beliau melepas saham Inter Milan dan menurut saya itu kan bussiness as usual," kata Wahyu dilansir detikcom pada Senin (28/1). "Karena memang kan bisnisnya Pak Erick Thohir kan di bidang sport dan media. Jadi tidak ada hubungannya dengan dana kampanye."

Wahyu juga menuturkan bahwa dalam TKN, peran Erick lebih ke arah manajerial, bukan untuk urusan menggalang dana. Sedangkan untuk pengumpulan dana didapt dari relawan maupun simpatisan.

"Dana kampanye dari gotong-royong relawan," jelas Wahyu. "Simpatisan, ada yang bentuknya kelompok."

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait