Salah satu penyebab sepinya penumpang adalah harga tiket pesawat yang kian mahal.
- Wahyu
- Selasa, 29 Januari 2019 - 09:56 WIB
WowKeren - Sebanyak 40 dari 100 jadwal penerbangan di Bandara Internasional Lombok harus dibatalkan setiap harinya. Hal ini dilakukan lantaran jumlah penumpang yang kian menurun dari hari ke hari.
General Manajer Lombok International Airport (LIA) Nugroho Jati mengatakan bahwa jumlah penumpang yang datang dari dan menuju LIA mengalami penurunan hingga 23 persen selama beberapa bulan terakhir. Tak hanya penumpang domestik, tapi juga internasional. Nugroho mengatakan bahwa fenomena ini tak hanya terjadi di Lombok, tapi juga seluruh wilayah Indonesia.
"Yang cancel dan off ini bisa sampai 40 pergerakan pesawat dari total 100 pergerakan pesawat yang kita layani," kata Nugroho dilansir dari Republika.co.id pada Selasa (29/1). "Penurunan penumpang ini tidak hanya terjadi di Lombok, melainkan terjadi di seluruh Indonesia."
Seperti diketahui selama ini, harga tiket pesawat memang mengalami kenaikan. Hal itu menjadi salah satu faktor menurunnya jumlah penumpang.
"Kenaikan harga tiket itu juga mungkin ada pengaruh menurunkan minat penumpang," terang Nugroho. "Sehingga ketika tiket itu tidak terjual maka banyak jadwal penerbangan yang drop."
Tak hanya itu, dampak adanya bencana alam di wilayah NTB juga ikut mendorong terjadinya kemerosotan jumlah penumpang. Hal ini lantaran jumlah turis yang menuju ke Lombok menjadi lebih sedikit.
"Memang penurunan penumpang ini baik domestik maupun internasional," lanjut Nugroho. "Apalagi saat ini sedang masa sepi turis sehingga jumlah penumpang agak menurun."
Nugroho menuturkan bahwa fenomena penurunan penumpang pada umumnya tidak akan berlangsung lama. Selain tiket pesawat yang mahal dan menurunnya jumlah turis, hal itu juga disebabkan karena saat ini memang bukan musim liburan.
Oleh sebab itu, Nugroho menegaskan bahwa penurunan jumlah penumpang tak serta merta disebabkan oleh mahalnya harga tiket pesawat. Namun juga didukung oleh faktor lain.
"Jadi sepinya penumpang ini bukan murni karena mahalnya harga tiket pesawat, imbuh Nugroho. "Tapi memang jumlah penumpang yang jauh menurun."
Sebelumnya, penurunan jumlah penerbangan yang drastis pernah terjadi di Lombok. Gempa bumi yang melanda Lombok beberapa waktu lalu berdampak pada pembatalan 1.900 lebih penerbangan di LIA.
Hal ini kemudian berimbas pada jumlah penumpang yang ikut merosot. Dari sekitar 12.000-14.000 menjadi hanya 7.000 setiap harinya.
(wk/wahy)