Guguran Lava Terus Terjadi, Warga di 3 Kampung Dekat Gunung Karangetang Dievakuasi
Nasional

Gunung Karangetang di Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, terus menunjukkan peningkatan aktivitas.

WowKeren - Gunung Karangetang di Kabupaten Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, terus menunjukkan peningkatan aktivitas. Gunung Karangetang kini berada dalam status Siaga (Level III).

Peningkatan aktivitas erupsi tersebut mengakibatkan guguran batu lava panas menerjang Kali Marebuhe dan Kali Batuare, Kampung Batubulan, Kabupaten Sitaro, pada Sabtu (2/2). Lalu pada Senin (4/2), petugas mencatat terjadinya 19 kali guguran lava.


Warga pun dihimbau untuk tidak beraktivitas di radius 2,5 kilometer dari puncak Kawah 2 (Utara) dan Kawah Utama (Selatan). Tak hanya itu, warga juga dilarang beraktivitas di area perluasan sektoral dari puncak ke arah Barat-Barat Laut sejauh 3 km dan ke arah Barat Laut-Utara sejauh 4 km.

Meski demikian, warga yang berada di area Barat Laut-Utara dari Kawah 2 (Utara) akhirnya terpaksa dievakuasi untuk menghindari ancaman erupsi dan guguran lava atau awan panas. Area tersebut meliputi Kampung Niambangeng, Kampung Beba, dan Kampung Batubulan.

Kepala PGA Karangetang, Yudia Prama Tatipang, menjelaskan bahwa gempa fase banyak meningkat. Oleh karena itu, pihaknya merekomendasikan agar warga dan pengunjung tidak melakukan pendakian terlebih dahulu.

"Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak Gunung Karangetang," tutur Yudia, Rabu (6/2). "Agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke laut."

Pihaknya juga menghimbau agar masyarakat tetap tenang dan selalu mengikuti arahan BPBD Kabupaten Sitaro. Isu-isu yang tidak jelas sumbernya terkait Gunung Karangetang diharap tidak menimbulkan kepanikan.

"Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi terus berkoordinasi dengan BNPB, BPBD Provinsi Sulawesi Utara dan BPBD Kabupaten Sitaro," jelas Yudia. "Dalam memberikan informasi tentang perkembangan aktivitas Gunung Karangetang."

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sitaro, Bob Wuaten, pengungsi sudah ditempatkan di dua lokasi. Yakni kantor Kampung Batubulan yang menampung 17 KK sebanyak 55 jiwa, serta Gereja Nazareth Niambangeng yang menampung 11 KK sebanyak 41 jiwa.

"Logistik cukup 1-6 hari," jelas Bob. "Saat ini yang masih sangat dibutuhkan kasur/matras, selimut, bbm (bahan bakar minyak) genset, dan alat komunikasi HT."

You can share this post!

Related Posts
Loading...