Ketua Umum PA 212 Slamet Ma'arif Diperiksa Polisi Terkait Dugaan Kampanye dalam Tablig Akbar
Nasional

Slamet Ma'arif sebelumnya dilaporkan Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma'ruf Surakarta ke Bawaslu atas dugaan pelanggaran tindak pidana kampanye.

WowKeren - Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212, Slamet Ma'arif, diperiksa polisi pada Kamis (7/2). Slamet diperiksa di Mapolresta Surakarta, Jawa Tengah, atas dugaan pelanggaran tindak pidana kampanye.

Pemeriksaan polisi ini merupakan kelanjutan dari pemeriksaan Bawaslu Surakarta. Sebelumnya, Slamet telah diperiksa Bawaslu terkait dugaan kampanye di luar jadwal dalam Tablig Akbar PA 212 di Gladag Solo, Minggu (13/1).

Dalam pemeriksaan tersebut, Slamet didampingi oleh kuasa hukum dan beberapa pejabat PA 212. Yakni, Ketua Dewan Penasihat PA 212 Amien Rais, Ketua PA 212 Solo Raya R Djayendra Dewa, Ketua Dewan Syariah Kota Surakarta Ustaz Muinudinillah Basri, serta Ketua Dewan Pembina Tim Pengacara Muslim (TPM) Mahendradatta.

Diungkapkan oleh Mahendradatta, pemeriksaan tersebut hanyalah masalah penafsiran. Menurut pengacara tersebut, apa yang disampaikan Slamet dalam Tablig Akbar tidak memiliki unsur pelanggaran.


"Tidak ada masalah. Itu memang sesuai dengan Tablig Akbar 212 ya gitu. Ulama ya, gitu. Saya kan, maaf ya agak dekat dengan ulama. Jadi, tahu cara ulama berkhotbah dan lain sebagainya," jelas Meahendradatta. "Ada yang keras, ada yang soft sekali, ada yang sangat keras dan sebagainya. Ini kan ngarah ke masalah kampanye saja, dianggap itu kampanye."

Mahendradatta pun menuturkan bahwa kemungkinan pelapor memiliki tafsir lain tentang aksi Slamet dalam Tablig Akbar tersebut. Namun ia yakin bahwa kasus ini dapat diselesaikan dengan baik.

"Mungkin pihak Bawaslu atau pihak pelapor punya tafsiran lain. Ini kan permasalahan tafsiran," tutur Mahendradatta. "Semuanya bisa diselesaikan dengan baik."

Kini status Slamet masih menjadi saksi dalam kasus tersebut. Pihak Polresta Surakarta sendiri menegaskan bahwa mereka mengedepankan sikap profesional dalam melakukan pemeriksaan.

Sebelumnya, acara Tablig Akbar PA 212 di Solo dinilai sarat dengan konten politik dan kampanye terselubung. Pasalnya, diduga ada ajakan untuk memilih pasangan calon (paslon) Capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, dalam acara tersebut. Tim Kampanye Daerah (TKD) Joko Widodo-Ma'ruf Amin Surakarta pun lantas melaporkan Slamet ke Bawaslu setempat.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait