Putri Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Yenny Wahid, menyesalkan puisi buatan Fadli karena dinilai sebagai bentuk penghinaan terhadap ulama.
- Bertilia Puteri
- Jumat, 08 Februari 2019 - 13:42 WIB
WowKeren - Polemik yang ditimbulkan oleh puisi "Doa yang Ditukar" buatan Fadli Zon seakan tak kunjung surut. Pasalnya, puisi tersebut dibuat beberapa hari setelah Kiai Maimun Zubair menyebut nama Prabowo Subianto saat memanjatkan doa di samping Joko Widodo.
Sehingga banyak yang mengaitkan puisi tersebut dengan sosok ulama kharismatik NU tersebut. Beberapa tokoh juga sempat meminta penjelasan Fadli tentang puisi tersebut, dari Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin hingga musisi Addie MS.
Kini, putri mantan Presiden Indonesia, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, turut angkat bicara menanggapi puisi "Doa yang Ditukar". Yenny Wahid menyesalkan puisi buatan Fadli karena dinilai sebagai bentuk penghinaan terhadap ulama.
Yenny menyebut bahwa pihaknya tidak dapat menerima puisi tersebut. Meski ditujukan untuk membela Prabowo dan Ahmad Dhani, Yenny tetap menilai puisi tersebut merupakan sebuah penghinaan.
"Sekali pun katanya lewat seni dan membela Pak Prabowo dan sebagainya. Membela Pak Ahmad Dhani juga misalnya," tutur Yenny kepada awak media, Kamis (7/2). "Kalau menghina sekalipun lewat diksi puisi juga tidak bisa diterima."
Menurut Yenny, siapapun yang menjadi kandidat Pemilihan Presiden (Pilpres) bebas untuk meminta doa kepada seorang Kiai, termasuk Mbah Moen. Sehingga ia heran mengapa Fadli sampai membuat puisi yang dinilainya mengandung hinaan tersebut.
"Saya rasa sah-sah saja kan, memohon doa sama siapapun. Sama ulama yang punya karomah juga bisa jadi pertimbangan agar doa-doa kita bisa dijabah," terang Yenny. "Kenapa kok marah? Kenapa kok sampai menghina?"
Tak hanya itu, Yenny juga menyampaikan bahwa puisi buatan Fadli menyakiti banyak pihak, termasuk warga NU. Mbah Moen sendiri juga disebut termasuk dalam pihak yang tersakiti.
"Puisi ini menyakiti banyak pihak," jelas Yenny. "Warga NU pada umumnya, pihak Ponpes Al Anwar juga, dan Kiai besarnya Mbah Moen."
Sebelumnya, Fadli sempat menegaskan bahwa dirinya sangat menghormati sosok ulama kharismatik tersebut. Fadli juga mengunggah fotonya bersama Mbah Moen dan menunjukkan relasi baik mereka berdua.
(wk/Bert)