Hasil Survei LSI Ungkap Elektabilitas Jokowi-Ma'ruf di Kalangan Terpelajar Menurun
Nasional

Prabowo-Sandi berhasil mengungguli Jokowi-Ma'ruf dalam kategori pemilih kalangan terpelajar.

WowKeren - Lingkar Survei Indonesia (LSI) Denny JA telah merilis hasil penelitiannya. Hasil survei tersebut menunjukkan kelemahan masing-masing pasangan calon (paslon) Calon Presiden dan Wakil Presiden dalam segmentasi tertentu.

Berdasarkan hasil sigi yang dipublikasikan pada Kamis (7/2), paslon nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin, kalah dengan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di kalangan pemilih terpelajar.


Prabowo-Sandi berhasil unggul dengan angka 44,2 persen. Sementara elektabilitas Jokowi-Ma'ruf berada di angka 37,7 persen.

Suara untuk Jokowi-Ma'ruf di kalangan terpelajar turun dari 40,4 persen pada Agustus 2018, menjadi 37,7 persen pada Januari 2019. Menurut peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby, penurunan suara Jokowi-Maruf di kalangan terpelajar terjadi karena kaum tersebut lebih kritis terhadap program-program pemerintah.

Kalangan pemilih terpelajar juga cenderung menginginkan perubahan. "Dengan kata lain, kalangan terpelajar cenderung lebih kritis terhadap inkumben," jelas Adjie.

Tak hanya faktor sifat kritis pemilih, penurunan tersebut juga dipengaruhi oleh beberapa kasus. Salah satunya adalah kasus yang menimpa musisi Ahmad Dhani.

"Kasus ini akan berpengaruh pada segmen tertentu, seperti kalangan terpelajar," terang Adjie. "Sebab, kalangan ini biasanya tak suka jika negara terlalu kuat dalam menghadapi kritik."

Secara keseluruhan, Jokowi-Ma'ruf juga masih bisa mengungguli Prabowo-Sandi. Pasalnya, paslon nomor urut 01 unggul 5-1 dalam enam kantong suara pemilih.

Meski menurun di kalangan terpelajar, elektabilitas paslon nomor urut 01 masih naik dalam beberapa kategori lainnya. Angka untuk Jokowi-Ma'ruf meningkat di segmen minoritas, wong cilik, emak-emak, serta milenial.

Dalam kategori pemilih muslim, Jokowi-Ma'ruf juga masih unggul dibanding Prabowo-Sandi. Hanya saja elektabilitas mereka dalam kategori ini menurun dari angka 52,7 persen di Agustus 2018 menjadi 49,5 persen di akhir Januari 2019.

Survei LSI Denny JA ini dilakukan pada periode 18-25 Januari 2019 dan melibatkan 1.200 responden. Survei dilakukan di 34 provinsi Indonesia dengan metode multistage random sampling.

Wawancara yang dilakukan ialah tatap muka dengan menggunakan kuesioner. Margin of error survei tersebut ialah 2,8 persen.

You can share this post!

Related Posts
Loading...