Putra Mbah Moen Minta Polemik 'Doa yang Ditukar' Tak Diperpanjang
Nasional

Putra Mbah Moen tak ingin polemik puisi Fadli Zon mencederai penyelenggaraan Pilpres yang tertib dan damai.

WowKeren - Puisi "Doa yang Ditukar" yang ditulis oleh Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menuai kontroversi dari berbagai pihak. Sebab, puisi tersebut dinilai menghina KH Maimoen Zubair (Mbah Moen). Banyak dari mereka yang meminta Fadli untuk meminta maaf kepada Mbah Moen.

Namun, alih-alih meminta maaf, Fadli justru ngotot bahwa dirinya tidak bersalah. Ia menegaskan bahwa puisi tersebut sama sekali tidak ada hubungannya dengan Mbah Moen. Sehingga, ia pun menolak untuk meminta maaf.

Terkait hal ini, putra Mbah Moen KH Majid Kamil MZ ikut memberikan tanggapan. Majid menilai wajar jika puisi itu menjadi polemik mengingat saat ini adalah momen Pilpres.

Meski demikian, ia meminta agar polemik itu tak diperpanjang. Sebab menurutnya, hal tersebut dapat mengganggu pelaksanaan Pilpres yang tertib dan damai.


"Ini sudahlah, namanya aja Pemilu. Soal doa mbah Moen itu nggak usah dipanjang-panjangkan," kata Majid dilansir dari Detik pada Rabu (13/2). "Pemilu ini mari kita jalankan secara damai, dan wujudkan pemilu yang berkualitas."

Pria yang akrab disapa Gus Kamil ini tidak ingin jika Pemilu justru menyebabkan perpecahan bangsa. Siapapun presidennya, maka itu yang harus didukung. Sebab walau bagaimanapun juga, tujuan Pemilu adalah mendapatkan pemimpin yang baik untuk Indonesia.

"Siapapun yang nanti terpilih ya harus kita dukung. Jangan sampai nanti pendukung pasangan calon sana, terus digembosi yang sini ya jangan lah," terang Majid. "Pemilu ini kan untuk bagaimana mendirikan negara dengan presidennya yang baik."

Sementara itu, putra Mbah Moen yang lain, Taj Yasin Maimoen Zubair, juga menyerukan hal yang sama. Menurut Yasin, yang terpenting saat ini adalah mendorong masyarakat agar mau memakai hak pilihnya di Pilpres April mendatang.

"Sudahlah ini nggak perlu diperpanjang lagi," kata pria yang akrab disapa Gus Yasin itu di Blora, Jawa Tengah pada Selasa (12/2). "Yang terpenting sekarang, bagaimana kita mendorong masyarakat Jawa Tengah untuk berbondong-bondong datang ke TPS nanti saat penyelenggaraan Pemilu."

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait