Jusuf Kalla Soal Kepemilikan Ratusan Ribu Hektare Lahan Prabowo: Saya yang Kasih Itu
Instagram/wapresri.go.id
Nasional

Jusuf Kalla mengakui bahwa dirinyalah yang memberikan izin soal pembelian lahan tersebut kepada Prabowo.

WowKeren - Isu kepemilikan ratusan ribu hektare lahan Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto, tengah mendapat banyak sorotan. Isu tersebut banyak diperbincangkan setelah Joko Widodo membahasnya di debat Pilpres kedua, Minggu (17/2) lalu.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Presiden Jusuf Kalla pun turut angkat bicara. Jusuf Kalla mengungkap data tentang kepemilikan lebih dari 300 ribu hektare lahan di Aceh dan Kalimantan Timur tersebut.


"Bahwa Pak Prabowo memang menguasai, tapi sesuai UU," tutur Jusuf Kalla di kantor Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Selasa (19/2). "Sesuai aturan, mana yang salah? Kebetulan waktu itu saya yang kasih itu."

Jusuf Kalla mengakui bahwa dirinyalah yang memberikan izin soal pembelian lahan tersebut. Izin tersebut ia berikan kala masih menjabat sebagai Wakil Presiden di era Susilo Bambang Yudhoyono.

Menurut Jusuf Kalla, Prabowo kala itu memutuskan untuk membeli PT Kiani Kertas yang menjadi kredit macet di Bank Mandiri. Lahan seluas 220 ribu hektare tersebut dibeli pada 2004 dan terletak di Kaltim.

"Itu di tangan BPPN (Badan Penyehatan Perbankan Nasional), kemudian di tangan Bank Mandiri, karena itu kredit macet," jelas Jusuf Kalla. "Kredit macet Bank Mandiri, datang Pak Prabowo, anu sama saya Prabowo bahwa dia mau beli."

Jusuf Kalla juga mengaku bahwa lahan tersebut dibeli Prabowo secara tunai. Pembayaran tunai tersebut memang menjadi salah satu syarat yang diberikan Jusuf Kalla kepada Prabowo.

"Saya tanya, 'you beli tapi cash. Tidak boleh utang.' 'Siap,' dia akan beli cash," ujar Jusuf Kalla. "Dia belilah itu, itu haknya."

Sebelumnya, Prabowo menjelaskan bahwa ia tidak rela apabila lahan tersebut jatuh ke tangan asing. Jusuf Kalla lantas membenarkan bahwa pemerintah kala itu memberikan izin pembelian pada Prabowo dengan alasan agar tidak jatuh ke tangan asing.

"Diambil alih kembali oleh Bank Mandiri, kemudian saya minta Agus Martowardojo untuk diberikan kepada pribumi supaya jangan jatuh ke Singapura," jelas Jusuf Kalla. "Ada orang Singapura mau beli waktu itu, pengusaha Singapura, orang Malaysia."

You can share this post!

Related Posts
Loading...