Siap Beri Akses Internet ke 25.000 Desa, Ini Fakta Satelit Nusantara Satu yang Baru Saja Diluncurkan
Nasional

Nusantara satu merupakan satelit pertama yang mengusung teknologi High Throughput Satellite (HTS) dan menghabiskan dana sebesar Rp 35 triliun.

WowKeren - Indonesia telah meluncurkan satelit komunikasi bernama Nusantara Satu miilik PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) pada Kamis (21/2). Satelit ini sukses diluncurkan ke orbitnya dengan menumpang roket Falcon 9 milik SpaceX yang diterbangkan dari Cape Carnaval, Florida, AS apda pukul 08.45 WIB.

"Satelit Nusantara Satu berhasil diluncurkan," kata Direktur Jaringan PSN, Heru Dwikartono di Jakarta, Jumat (22/2). "Semuanya sesuai dengan apa yang direncanakan."

Nusantara Satu adalah satelit Indonesia pertama yang menggunakan teknologi High Throughput Satellit (HTS). Teknologi ini memungkinakan kapasitas akses data yang lebih besar dibandingkan satelit konvensional.

HTS bisa bekerja secara lebih efisien karena menggunakan frekuensi berulang (frequency re-use). Teknologi ini mampu membagi area cakupan menjadi beberapa spot beam.

Tak hanya HTS, Nusantara satu juga menjadi satelit komunikasi Indonesia pertama yang mengusung teknologi electric propulsion. Teknologi ini memungkinkan adanya penghematan bahan bakar dengan cara memanfaatkan pendorong elektrik untuk pergerakan satelit. Electric propulsion juga mampu meringankan bobot satelit saat diluncurkan hingga ratusan kilogram dan memperpanjang durabilitas sesatelit itu sendiri.


Nusantara satu akan mengorbit di geostaioner 146 derajat Bujur Timur yang hanya berjarak 35.000 km dari permukaan bumi. Dengan kata lain, satelit ini akan berada tepat di atas garis equator. Orbit satelit yang dekat membuat Nusantara Satu memiliki jangkauan yang luas.

Proyek ini menjanjikan kecepatan internet yang hingga 25 Mbps. Kecepatan ini jauh lebih besar dibanding satelit konvensional yang hanya sebatas 5 Mbps. Dengan kecepatan seperti itu, tak heran jika beberapa operator seluler akan memanfaatkan satelit ini untuk mengalur jaringan (backhauling) layanan internet mereka.

Satelit komunikasi ini memiliki total kapasitas bandwidth hingga 15 Gbps dengan cakupan wilayah meliputi Asia Tenggara dan Seluruh Indonesia. Oleh sebab itu, satelit ini diharapkan bisa memberikan akses ke berbagai desa di seluruh Indonesia seperti yang direncanakan oleh pemerintah.

Tujuan lain pengorbitan Nusantara Satu adalah untuk memperkuat layanan ritel PSN melalui produk Ubiqu dan Sinyalku. Saat ini, Ubiqu telah memberikan akses ke sekitar 3.000 desa. Ke depan, PSN menargetkan 25.000 desa untuk bisa terhubung ke internet.

Proyek satelit Nusantara Satu menghabiskan dana kurang lebih 230 juta dolar AS atau setara dengan Rp 35 triliun. Satelit baru bisa aktif untuk digunakan setelah 5 minggu usai berhasil menuju orbitnya dan melalui serangkaian uji coba.

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait