Noeim dinyatakan bebas murni pada (19/2), namun ia menghembuskan napas terakhir pada Sabtu (23/2) kemarin.
- Silmi Amalia Fidareni
- Senin, 25 Februari 2019 - 08:01 WIB
WowKeren - Kabar duka datang dari keponakan terpidana terorisme Abu Bakar Baasyir. Noeim Ba'asyir yang baru saja dinyatakan bebas murni pada Selasa (19/2) kemarin dikabarkan meninggal dunia. Ia menghembuskan napas terakhir pada Sabtu (23/2) sekitar pukul 21.00 WIB.
Sebelumnya, Noeim dipenjara lantaran terlibat kasus terorisme. Ia baru saja dinyatakan bebas murni dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tulungagung, Jawa Timur.
Adik kandung Noeim, yakni Muhammad Fauzi, menceritakan mengenai penyebab kematian sang kakak. Menurutnya, Noeim sudah lama memiliki riwayat penyakit asma. Noeim dikabarkan mengalami sesak napas saat hendak pergi ke acara pernikahan temannya.
Fauzi juga menjelaskan jika Noeim sudah tak sadarkan diri saat mendapatkan perawatan dari tim dokter di Rumah Sakit Umum Islam Kustati, Solo. "Kakak saya itu memang punya riwayat sakit asma. Saat ditangani oleh tim dokter rumah sakit, dia tidak sadarkan diri," terang Fauzi dilansir Antara pada Senin (25/2).
Jenazah Noeim diberangkatkan dari rumah duka di jalan Kenong, Kelurahan Joyotakan RT 03 RW 04, Serengan, Solo, sekitar pukul 09.00 WIB pada Minggu (24/2). Setelahnya, jenazah dimakamkan di TPU Polokarto, Sukoharjo.
Sebelumnya, kabar bebasnya Noeim cukup mengundang perhatian. Berbeda dengan sang paman yang dikabarkan masih belum teken surat pernyataan setia kepada NKRI, Noeim justru menegaskan jika dirinya adalah orang Indonesia.
"Saya mau ngurus keluarga," ujar Noeim seperti dilansir dari Antara. "Saya orang Indonesia."
Rumor mengenai kebebasan Abu Bakar Ba'asyir juga sempat ramai menjadi bahasan. Abu Bakar Ba'asyir disebut akan dibebaskan usai dikabarkan telah berusia lanjut dan sakit. Namun, keputusan tersebut rupanya menjadi rumor belaka.
Sebelum resmi menghirup udara bebas, Noeim sempat tiga kali berpindah penjara. Ia mulanya ditempatkan di LP Kelas IIA Pamekasan, Madura. Noeim kemudian dipindah ke LP Kelas IIB Tuban pada Juli 2016 usai dikabarkan mengamuk dan mengancam petugas. Akhirnya, Noeim ditempatkan di LP Kelas IIB Tulungagung hingga resmi bebas murni.
(wk/silm)