Tak tinggal diam, Momo Geisha memberi jawaban 'ngegas' saat netizen mengkritik acara 7 bulanan calon bayinya.
- Trias Rohmadoni Alandari
- Senin, 25 Februari 2019 - 13:27 WIB
WowKeren - Momo Geisha dan sang suami, Nicola Reza Samudra saat ini tengah menanti buah cinta mereka yang pertama. Melalui unggahan sejumlah foto dalam akun Instagram, Momo sudah mengadakan acara Mitoni, alias tujuh bulanan pada 15 Februari lalu.
Momo pun terlihat masih membagikan beberapa foto tentang prosesi 7 bulanan yang telah digelarnya. Namun ada satu unggahan foto Momo bersama sang suami yang menarik perhatian netter. Dalam postingan pada Minggu (24/2) kemarin, Momo menuliskan acara 7 bulanan yang diadakannya adalah perpaduan antara adat Jawa dengan Batak.
Dalam kesempatan tersebut, Momo dan sang suami duduk bersebelahan dengan satu kain tenun yang dilingkarkan pada tubuh mereka. Momo terlihat mengenakan kebaya berwarna biru yang dipadukan dengan bawahan berupa batik. Sementara suami Momo tampak mengenakan beskap berwarna cokelat muda dan bawahan batik. "Perpaduan adat Jawa dan menyelipkan adat Batak di acara 7 bulanan kt. #mitoni #tingkeban #7bulanan #lestarikanbudaya #batak @ruangphotoworks."
Namun rupanya keterangan foto Momo tersebut menggundang komentar kurang menyenangkan dari netizen. Seorang netter menasihati Momo tentang penggunaan kata "menyelipkan". "Jangan dipake kata menyelipkan seolah2 adat Batak itu gak ada dalam dirimu, jangan malu jadi orang batak," tulis netter.
Tak tinggal diam, Momo memberikan balasan menohok. "Dekorasi jawa, susunan acara jawa, ada bataknya singkat, lalu bahasa yang tepat apa? Kenapa harus anda bilang malu? Kalau malu gak bakal diposting juga kali," balas Momo.
Komentar Momo tersebut menjadi bahasan hangat dalam salah satu akun gosip pada Minggu (24/2). Beberapa netter memberi semangat pada Momo agar tak perlu memedulikan omongan orang lain.
"Contoh nitijen baperan," tulis akun @martha***. "Neti jaman sekarang yaaa...suka ngatur2 cara bicara nya ertong, suka ngatur2 pakaian nya ertong, suka ngatur2 jodoh nya ertong pokoknya demeeennn bgt ngusik kehidupan ertong. Dan dahsyatnya lagi, laaaaki lho yg kebanyakan nyiyir malah," sambung akun @zoe***.
"Di adat batak acara nujuh bulanan itu adanya di cucu pertama aja dear netijen yg kurang paham. Saya sih mencoba memahami adat bataknya sengaja 'diselipkan', mungkin krn kerinduan pihak keluarganya momo. Nah krn memang suaminya momo kan jg ga dimargain batak (cmiiw please) jd ya emang jatuhnya wajar ga ngejalanin krn memang ga diharuskan. Yg komen mungkin kurang tau soal itu (suaminya momo yg ga dimargain)" komentar akun @braga***. "Iya kasian Momo jd di bully. Padahal kl liat di vlog nya itu mreka berdua saling ngajarin budaya dan bahasa masing2 lhooo. Momo ngajarin tentang Batak ke suaminya, begitu jg suaminya jg ngajarin tentang Jawa ke Momo. Ehhhh gara2 bahasa yg menurut beberapa netijen salah, jd di bully deh Momo," tambah akun @zoe***.
(wk/tria)