Jokowi dinilai seharusnya lebih memprioritaskan masalah BPJS yang hingga kini masih banyak memiliki tunggakan.
- Wahyu
- Selasa, 26 Februari 2019 - 10:56 WIB
WowKeren - Dalam pidato kebangsaan di Sentul, Bogor, calon presiden Joko Widodo alias Jokowi menyebut bahwa jika terpilih menjadi presiden di periode berikutnya, ia akan memperkenalkan tiga program kartu baru.
Untuk memperkuat Program Keluarga Harapan (PKH), ia akan membuat Kartu Sembako Murah. Selain itu, Jokowi juga akan mengeluarkan Kartu Indonesia Pintar yang bisa digunakan hingga jenjang perguruan tinggi serta Kartu Pra Kerja untuk membantu masyarakat meningkatkan kemampuan.
Rencana Jokowi mendapat tanggapan dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Juru Bicara BPN Ferdinand Hutahaean beranggapan bahwa daripada Jokowi membuat tiga kartu baru akan lebih baik jika presiden menyelesaikan masalah Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan terlebih dahulu.
Utang BPJS yang kian menjadi sorotan menurut Ferdinand harus menjadi prioritas. Sebab selama ini, banyaknya tunggakan BPJS membuat badan negara yang satu itu tidak mampu memberikan pelayanan yang maksimal pada masyarakat. Jika masalah BPJS tidak segera diatasi, hal ini akan menjadi penghalang bagi rakyat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai.
"Pertanyaannya sekarang, bagaimana dengan kartu BPJS?" tanya Ferdinand di Jakarta, Senin (25/2). "Sekarang rakyat kesulitan berobat. Itu saja dulu diurus sebelum bicara kartu yang lain."
Menurut Ferdinand, program bagi-bagi kartu baru adalah upaya Jokowi untuk mengalihkan perhatian publik dari janji-janji yang dulu pernah dilontarkan saat kampanye Pilpres 2014. Sebab, masih banyak dari janji-janji tersebut yang hingga kini belum terlaksana.
"Pembagian kartu ini upaya mengalihkan perhatian publik dari kegagalan kampanye Jokowi," tegas Ferdinand. "Tentang infrastruktur yang tidak kunjung membuat rakyat dengan rela dan mudah memilihnya kembali menjadi presiden."
Ferdinand juga mempertanyakan sumber anggaran yang akan digunakan oleh Jokowi untuk membagikan kartu-kartu tersebut. Juru Bicara BPN itu menyebut Jokowi tidak konsisten dengan apa yang dikatakannya. Sebab pada dasarnya, Capres 01 tersebut menurut Ferdinand hanya mementingkan soal suara.
"Pembagian kartu-kartu ini tidak jelas sumber anggarannya dari mana," tegas Ferdinand. "Ya, itulah ketidakkonsistenan Jokowi dalam bersikap karena memang kepentingannya hanya soal suara."
(wk/wahy)