JK mengingatkan pengurus masjid untuk juga ikut menyejahterakan masyarakat yang hidup di sekeliling masjid.
- Wahyu
- Kamis, 28 Februari 2019 - 13:32 WIB
WowKeren - Keberadaan tempat ibadah seperti masjid memang menjadi salah satu fasilitas penting yang dibutuhkan oleh warga. Tak heran jika banyak dijumpai masjid di sejumlah tempat-tempat di Indonesia, apalagi yang sebagian besar penduduknya adalah umat muslim.
Masjid-masjid tersebut ada yang dibangun megah dan ada pula yang biasa. Terkait hal ini, Wakil Presiden Jusuf Kalla ikut memberikan komentar.
Saat memberikan sambutan di Asrama Haji Jakarta, ia meminta pengurus masjid untuk memperhatikan kesejahteraan masyarakat. Ia mengingatkan agar jangan masjidnya saja yang dibangun dengan megah namun masyarakat di sekelilingnya masih hidup serba kekurangan.
"Jangan masjidnya bagus, indah, besar, kata JK di acara pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Badan Komunikasi Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia yang digelar di Asrama Haji, Pondoik Gede, Jakarta, Rabu (27/2). "Tapi masyarakat sekelilingnya miskin-miskin."
Hal ini kerap disampaikan oleh JK kepada para pengurus masjid. Ia meminta agar mereka tidak hanya memakmurkan masjid, namun juga warga yang tinggal di sekitarnya. Oleh sebab itu, para pengurus diharapkan mampu membuat program yang bisa menyejahterakan warga.
JK menilai bahwa sebaiknya masjid tak hanya dipakai untuk kegiatan pengajian keagamaan yang membahas masalah akhirat dan ibadah. Namun, juga kajian terkait permasalahan yang ada di tengah masyarakat. Pengajian yang digelar seharusnya yang bisa menyentuh isu ekonomi, pertanian, dan bahkan kesehatan.
"Jadi pernah saya katakan sebaiknya pengajian-pengajian di masjid, bukan hanya pengajian-pengajian tentang akhirat, ibadah, tentang surga dan neraka," terang JK. "Tetapi juga pengajian bagaimana pertanian dimajukan, bagaimana kesehatan dimajukan, bagaimana urusan dagang."
Dalam kesempatan itu, JK juga mengingatkan bahwa Nabi Muhammad adalah juga seorang pedagang. Jadi, JK menilai bahwa masjid bisa dipergunakan sebagai tempat untuk menimba ilmu perniagaan.
"Jangan lupa Rasulullah SAW sebelum jadi nabi, rasul ya pedagang dulu," ingat JK. "Jadi mesti bisa (masjid) dipakai untuk belajar dagang, karena Rasulullah belajar dagang."
Pembangunan masjid di Indonesia juga mendapat perhatian dari pemerintah Qatar. Ketua Umum Dewan Pengawas Dana Kemanusiaan INSANIA Qatar, Sheikh Dr. Abdul Aziz bin Abdul Rahman Al-Thani mengatakan akan menyokong dana untuk pembangunan masjid di Indonesia. Tak hanya masjid, namun juga desa-desa.
"Kita tidak hanya membangun masjid, tapi juga membangun sekolah di desa-desa," kata Al-Thani saat menemui JK beberapa waktu lalu. "Kita juga membiayai para imam dan anak-anaknya."
(wk/wahy)