Pembangunan yang saat ini tengah dilaksanakan Jokowi bisa jadi akan terhenti di tengah jalan jika presiden bukan orang yang sama seperti sebelumnya.
- Zodiak Yanuarita
- Senin, 04 Maret 2019 - 08:01 WIB
WowKeren - Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Surya Paloh mengajak para relawan partai untuk berusaha memenangkan Joko Widodo alias Jokowi-Ma'ruf Amin. Hal tersebut disampaikan olehnya saat berdiskusi bersama para relawan di Palembang.
Seperti diketahui, Jokowi terus berupaya membangun infrastruktur di penjuru nusantara. Namun, pembangunan tersebut masih belum bisa diselesaikan secara menyeluruh karena membutuhkan lebih banyak waktu. Inilah yang membuat Surya khawatir.
Jika Jokowi kalah dalam Pilpres ini, maka tidak menutup kemungkinan pembangunan itu semua akan berhenti di tengah jalan. Sebab, Surya menilai bahwa bisa jadi lain orang lain persepsi. Lain presiden juga lain konsep pembangunan yang akan dilakukan. Sehingga bukan tidak mungkin kebijakan yang baru juga akan lahir yang bisa mempengaruhi jalannya pembangunan tersebut.
"Kalau beliau kalah, itu artinya saya ingin katakan, ada konsekuensi yang harus kita hadapi," kata Surya di hadapan para relawan di markas Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma'ruf Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (3/3). "Pertama kelanjutan progres pembangunan yang sedang dijalankan oleh pemerintah Jokowi ini. Saya khawatir itu tidak akan berlanjut, karena lain konsep mungkin, lain pandangan, lain pikiran dan melahirkan lain kebijakan.
Surya juga menyebutkan bahwa kampanye Pilpres tahun ini juga syarat diwarnai dengan isu-isu yang menyinggung masalah Suku, Agama, Ras, dan Golongan (SARA). Sehingga hal ini memunculkan pertentangan antara para pendukung Jokowi maupun Prabowo Subianto. Pertentangan ini, menurut Surya, bisa melenceng dari nilai-nilai Pancasila yang menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan.
"Pikiran-pikiran di dalam pertentangan antara memilih Jokowi dengan tidak memilih Jokowi sudah sarat dengan politik aliran, perbedaan suku, agama," tegas Surya. "Dan itu jelas bertentangan dengan pemahaman dan kelaziman kehidupan kita di negeri Pancasila ini."
Padahal dalam Pancasila, Indonesia mengakui keberagaman nusantara yang Bhinneka Tunggal Ika. Oleh sebab itu, setiap warga negara harusnya mampu menghargai perbedaan yang ada.
"Karena komitmen kebangsaan kita dengan ideologi Pancasila, itu jelas memberikan mandat kepada kita pemahaman pada kita," jelas Surya. "Kita harus saling menghargai perbedaan itu."
(wk/zodi)