Hasil Survei Ungkap Selisih Elektabilitas Capai 27 Persen, BPN Prabowo Tuduh LSI Kerja Untuk Jokowi
Nasional

Hasil survei terbaru LSI menunjukkan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf unggul dengan 58,7 persen, sementara Prabowo-Sandi hanya mencapai 30,9 persen.

WowKeren - Hasil penelitian terbaru Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA mengungkap bahwa elektabilitas paslon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, masih tertinggal di belakang paslon nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Berdasarkan hasil rilis survei pada Selasa (5/3), Jokowi-Ma'ruf unggul dengan perolehan 58,7 persen, sementara elektabilitas Prabowo-Sandi hanya mencapai 30,9 persen.

Selisih elektabilitas kedua paslon mencapai angka 27 persen. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi pun menanggapi hasil survei tersebut.

"LSI kelihatannya kan bekerja untuk paslon Jokowi-Ma'ruf Amin," tutur juru debat BPN Prabowo-Sandi, Saleh Daulay, Rabu (6/3). "Tidak heran jika setiap merilis survei selalu menempatkan paslon itu sebagai pemenang."

Menurut Saleh, BPN Prabowo-Sandi tak terpengaruh oleh hasil survei LSI tersebut. Saleh menjelaskan bahwa BPN Prabowo-Sandi menggunakan survei internal yang menyatakan peluang paslonnya menang di Pemilu 2019 sangat tinggi.

"BPN tidak terpengaruh sama sekali. Ada survei internal yang dimiliki sebagai pembanding. Hasilnya jauh berbeda," jelas Saleh. "Peluang Prabowo-Sandi sangat tinggi. Diperkirakan, dalam waktu dekat surveinya justru bisa di atas pasangan Jokowi-Ma'ruf."


Tak hanya survei internal, Saleh juga menyinggung soal hasil penelitian PolMark Indonesia. Berdasarkan hasil survei tersebut, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf sebesar 40,4 persen, sementara Prabowo-Sandi meraih 25,8 persen.

"Kemarin PolMark merilis hasil survei terbaru mereka. Hasilnya, posisi Jokowi-Ma'ruf Amin belum aman," tutur Saleh. "Masih besar peluang Prabowo-Sandi untuk meraup undecided voters."

Saleh menilai bahwa hasil kedua survei tersebut menunjukkan perbedaan yang signifikan. Ia yakin bahwa masyarakat kini telah cerdas dan tak mudah mengikuti penggiringan opini.

"Dua survei itu saja hasilnya beda. Apalagi dengan survei internal BPN," jelas Saleh. "Karena itu, survei LSI diyakini tidak akan bisa menggiring opini publik. Masyarakat pasti sudah cerdas dalam membaca hasil survei."

Di sisi lain, CEO sekaligus Founder PolMark, Eep Saefulloh Fatah, mengatakan bahwa posisi petahana belum benar-benar aman. Pasalnya, perolehan elektabilitas Jokowi-Ma'ruf belum mencapai angka 50 persen.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait