Penjelasan Polri Soal Penangkapan Aktivis HAM Robertus Robet yang Diduga Hina TNI
Nasional

Penangkapan Robet telah dibenarkan oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo.

WowKeren - Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) sekaligus dosen Universitas Negeri Jakarta, Robertus Robet, dijemput paksa oleh polisi pada Kamis (7/3) dini hari. Penangkapan Robet lantas telah dibenarkan oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo.

"Pukul 00.30 telah dilakukan penangkapan," tutur Dedi pada Kamis pagi. "Terhadap pelaku dugaan tindak pidana penghinaan terhadap penguasa atau badan umum yang ada di Indonesia."

Dedi menjelaskan bahwa Robet ditangkap karena diduga telah melakukan penghinaan terhadap institusi TNI. Dugaan penghinaan tersebut dilakukan kala Robet melakukan orasi saat aksi Kamisan di Monumen Nasional (Monas) pada Kamis pekan lalu.

"Melakukan orasi pada saat demo di Monas," terang Dedi. "Tepatnya depan Istana dengan melakukan penghinaan terhadap institusi TNI."

Robet diduga menyanyikan lagu Mars ABRI dengan lirik yang diubah. Hal tersebut rupanya dianggap sebagai penghinaan pada TNI.


Setelah penangkapan, Robet dibawa oleh Direktorat Tindak Pidana Siber Dirtipidsiber Bareskrim Polri untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi belum mengetahui motif Robet diduga melakukan ujaran kebencian.

Dosen tersebut diduga melanggar Pasal 45 A ayat (2) Jo 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan Hukum Pidana. Dan/atau Pasal 207 KUHP terkait tindak pidana menyebarkan informasi yang ditunjukkan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA), dan/atau Berita bohong (hoaks), dan/atau penghinaan terhadap penguasa atau badan umum yang ada di Indonesia.

Diketahui, Robet ditangkap usai video orasinya beredar luas. Dalam video tersebut, Robet tampak menyanyikan Mars ABRI dengan lirik yang diganti sebagai berikut:

"Angkatan Bersenjata Republik Indonesia. Tidak berguna. Bubarkan saja," demikian lirik lagu yang disuarakan oleh Robet, dikutip detikcom, Kamis. "Diganti Menwa. Kalau perlu diganti pramuka."

Sebelum dijemput paksa oleh polisi, Robet mengaku bahwa kediamannya didatangi dua orang yang mengaku tentara pada Rabu (6/3) kemarin. "Pembantu saya bilang dua orang yang mengaku aparat militer datang mencari saya pukul tiga sore," cerita Robet di Badan Reserse dan Kriminal Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, Kamis dini hari.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait