BPN Prabowo-Sandi memastikan bahwa bungkus kondom bergambar Jokowi-Ma'ruf bukan berasal dari kubu mereka.
- Bertilia Puteri
- Senin, 11 Maret 2019 - 10:32 WIB
WowKeren - Baru-baru ini, warganet sempat dihebohkan dengan foto bungkus kondom bergambar wajah paslon nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Foto bungkus kondom bergambar wajah Jokowi-Ma'ruf beredar di media sosial, mulai dari grup WhatsApp hingga Twitter.
Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf pun berang atas beredarnya foto-foto tersebut. TKN Jokowi-Ma'ruf lantas berniat untuk melaporkan perihal fitnah tersebut.
Menanggapi hal tersebut, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pun buka suara. BPN Prabowo-Sandi memastikan bahwa foto-foto viral tersebut bukan berasal dari kubu mereka.
"Kami pastikan itu bukan dari BPN," tutur anggota Direktorat Advokasi BPN Prabowo-Sandi, Habiburokhman, Minggu (10/3). "Dan jangan sampai ada yang mengkait-kaitkan hal itu dengan BPN."
Habiburokhman meminta agar tidak ada pihak yang main tuduh. Ia juga kembali mengungkit kembali poster "Raja Jokowi" yang sempat ramai diperbincangkan beberapa waktu lalu.
Diketahui, alat peraga kampanye bergambar capres petahana Jokowi dengan atribut mahkota raja sempat terpasang di sekitar wilayah Banyumas sekitar bulan November 2018 lalu dan membuat heboh. Ternyata, pemasang alat peraga tersebut adalah seorang pendukung Jokowi sendiri.
"Ingat kan kasus poster 'Raja Jokowi'? Ada yang sempat main tuduh ternyata terbukti sebaliknya," jelas Habiburokhman. "Sampai saat ini belum ada yang minta maaf soal hal tersebut."
Tak hanya itu, Habiburokhman juga sempat membahas soal tipe muka penyebar hoaks alias kabar bohong. Menurut Habiburokhman, BPN Prabowo-Sandi justru sering mendapat fitnah dan hoaks.
"Tipe muka kami bukan muka penyebar fitnah dan hoaks," ujar Habiburokhman. "Justru kami sering banget jadi korban fitnah, walau para pelakunya seperti tidak tersentuh hukum."
Di sisi lain, TKN Jokowi-Ma'ruf juga menilai bahwa kabar bohong tersebut sudah sangat keterlaluan. Pasalnya, fitnah tersebut dinilai bertujuan untuk merusak citra paslon nomor urut 01.
"Ini fitnah dan ini dengan penuh kesengajaan untuk merusak citra pasangan 01," tutur Wakil Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf, Ahmad Rofiq, Sabtu (9/3). "Ini sudah sangat keterlaluan. Mesti diusut tuntas."
(wk/Bert)