Tak Ingin Anaknya Jadi Teroris, Seorang Ayah Polisikan Putranya di Lampung
Nasional

Kerabat korban mengaku bahwa terduga teroris menjadi jarang pulang ke rumah akhir-akhir ini.

WowKeren - Pemerintah Indonesia senantiasa berupaya untuk menumpas benih-benih terorisme yang tumbuh di nusantara. Partisipasi masyarakat untuk mencegah aksi terorisme juga sangat diharapkan untuk membantu upaya tersebut.

Pada Sabtu (9/3) malam, Petugas Kepolisian Sektor Kota Kedaton bersama dengan Densus 88 Antiteror berhasil membekuk seorang terduga teroris berinisal Ro alias Putra Syuhada. Putra diciduk di kediamannya di Kelurahan Penengahan Raya, Kecamatan Kedaton, Bandarlampung.

Penangkapan ini tak lepas dari campur tangan ayah Putra, Teguh. Teguh melihat bahwa anaknya telah memiliki paham aliran garis keras. Untuk itu guna mencegah agar putranya tak bertindak lebih jauh, ia memutuskan untuk melaporkan Putra ke pihak berwajib.

Dilansir dari Antara, dari penangkapan yang dilakukan, petugas berhasil mengamankan barang bukti yang diduga bom campuran potasium klorat. Bom tersebut ditemukan di atas loteng sebelah rumah tetangga Putra.

Sebelumnya, pihak keluarga sudah curiga dengan aktivitas yang dilakukan oleh Putra akhir-akhir ini. Salah satu kerabat Putra, mengatakan bahwa terduga teroris tersebut lebih sering keluar dan bahkan menjadi jarang pulang ke rumah.


Kerabat Putra yang enggan disebut namanya tersebut sudah sempat mengingatkan terduga teroris agar tidak melakukan tindakan yang bisa menyeretnya ke jalur hukum. namun, Putra tak terlihat mengindahkan nasihat tersebut.

"Saya bilang negara kita ini negara undang-undang," kata kerabat Putra dilansir dari Antara pada Senin (11/3). "Dia malah bilang 'jangan takut sama undang-undang itu'."

Sebelumnya, kerabat tersebut sudah curiga bahwa pihak kepolisian akan menangkap Putra. Kala itu, ia melihat dua orang pria yang datang ke rumahnya mengenakan baju dengan lambang bendera merah putih.

"Pas saya lihat kok ada lambang bendera merah putih di bajunya," terang kerabat Putra. "Jadi saya duga mereka anggota Densus 88."

Terduga teroris merupakan anggota jaringan kelompok Abu hamzah. Saat ini, pihak kepolisian sedang mendalami rencana penyerangan yang akan dilakukan oleh Putra.

Diduga, Putra hendak meledakkan bom di kantor kepolisian di Lampung dan Jakarta. "Sedang didalami informasi tersebut," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo dilansir dari CNN Indonesia, Senin (11/3).

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait