Media melaporkan ada rekaman dan foto yang diambil secara ilegal dibagikan di grup chat Seungri.
- Chusnul Chotimah
- Senin, 11 Maret 2019 - 14:45 WIB
WowKeren - Seungri akhirnya ditetapkan polisi sebagai tersangka atas kasus prostitusi, Minggu (10/3). Di tengah penyelidikan, member termuda Big Bang itu dituduh berbagi foto dan video aktivitas seksual para pelanggan dan wanita muda korban praktik prostitusi.
Senin (11/3), SBS funE secara eksklusif melaporkan bahwa rekaman kamera tersembunyi dan foto-foto dibagikan di grup chat yang berisi Seungri, dua penyanyi pria dan lainnya. Laporan tersebut menyatakan bahwa ada sekitar 10 contoh di mana rekaman dan foto yang diambil secara ilegal dibagikan di grup chat.
Dalam salah satu contoh, Mr Kim, seorang kenalan Seungri yang membantu bisnis restorannya dan juga bekerja di Club Arena, mengunggah video dan foto-foto seorang pria dan wanita yang melakukan hubungan seksual pada 9 Januari 2016.
Badan Kepolisian Metropolitan Seoul menanggapi dugaan tersebut dengan merilis pernyataan. "Kami sudah mengetahui tuduhan Seungri (dan yang lainnya) berbagi rekaman kamera tersembunyi dan foto (di grup). Kami sedang memeriksa detail (mengenai dugaan tersebut)," ujar pihak kepolisian.
Min Gab Ryong, kepala Badan Kepolisian Nasional, juga mengomentari keseluruhan kasus pada konferensi pers yang berlangsung hari ini. Ia menyampaikan info terbaru dari penyelidikan dan menanggapi rencana wajib militer Seungri pada 25 Maret mendatang.
"Bahkan jika (Seungri) menjalankan wajib militer, polisi tidak dapat menariknya keluar dari investigasi. Kami akan terus menyelidiki dengan berkonsultasi dengan Kementerian Pertahanan Nasional," jelas Min Gab Ryong.
Min Gab Ryong menjawab pertanyaan terkait kemungkinan penyelidik utama (pada kasus) akan dialihkan ke penuntutan militer. "Ada contoh di masa lalu di mana polisi dapat melanjutkan penyelidikan jika sebuah kasus dianggap penting dan membutuhkan investigasi oleh polisi," ungkapnya.
"Kami harus mempertimbangkan berbagai cara (penyelidikan) sebelum (Seungri) menjalankan wajib militer sebagai bagian dari prosedur, tapi polisi akan terus menyelidiki setelah berkonsultasi dengan Kementerian Pertahanan Nasional," tutup Min Gab Ryong.
(wk/chus)