BPN Prabowo Heran Bawaslu Panggil Neno Warisman dan Fadli Zon Gara-Gara Munajat 212
Twitter/fadlizon
Nasional

Perwakilan BPN mengaku heran lantaran Bawaslu seolah hanya merespon laporan dari pihak paslon 01.

WowKeren - Malam Munajat 212 yang berlangsung pada 21 Februari lalu menimbulkan sejumlah polemik. Acara yang sejatinya diselenggarakan oleh MUI DKI Jakarta itu dituding menjadi acara kampanye pasangan calon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Acara ini lantas dilaporkan oleh kubu Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Terkait laporan tersebut, Bawaslu memutuskan untuk memanggil tiga pihak yang terlibat. Bawaslu menegaskan akan memanggil MUI DKI Jakarta, Fadli Zon dan juga Neno Warisman. "Ada tiga pihak, MUI DKI, Fadli Zon, dan Neno Warisman," terang Komisioner Bawaslu DKI, Puadi, seperti dilansir CNN Indonesia pada Senin (11/3).

Seperti diketahui, Neno Warisman yang membacakan puisi dalam acara tersebut juga sempat mengundang kontroversi. Puisinya disebut seolah mengancam Tuhan jika tak memenangkan capres pilihannya.

Menanggapi keputusan Bawaslu, pihak Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo mengaku heran. Pasalnya, BPN menyebut Bawaslu seolah tak pernah menanggapi laporan dari pihak mereka. Sementara itu, laporan dari pihak paslon 01 selalu cepat direspon.

"Banyak ya sebetulnya kalau Bawaslu ini, kita juga bingung juga banyak sekali laporan-laporan kita mentok, walaupun di sisi sana (kubu Jokowi) ada laporan juga yang tidak ditindaklanjuti," ujar Habiburokhman di Kantor KPU Jakarta, pada Senin (11/3). Ia lantas mengungkit perihal laporan mengenai dugaan pelanggaran kampanye yang pernah diberikan BPN kepada Bawaslu.


Habiburokhman menjelaskan, pada kasus videotron Jokowi-Ma'ruf, laporan mereka sudah diputuskan Bawaslu. Akan tetapi, lantas dihentikan oleh kepolisian dan juga kejaksaan. Mereka menganggap laporan tersebut tak memenuhi unsur pelanggaran.

Kendati demikian, pihak BPN mengaku akan mematuhi panggilan Bawaslu seperti yang dijadwalkan. "Kita ya biasa saja ya, sebagai warga negara menyampaikan kalau ada data kita tidak ada masalah," pungkas Habiburokhman.

Diketahui, Munajat 212 dihadiri beberapa tokoh penting seperti Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, serta Ketua Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan. Dalam kesempatan tersebut, Zulkifli juga berkesempatan memberikan pidato sambutan.

Dalam pidatonya, Ketua MPR RI tersebut menjelaskan bahwa kedaulatan negara sebenarnya ada dalam genggaman rakyat. Ia juga sempat menyinggung soal persatuan dan presiden.

"Persatuan nomor satu, soal presiden.." ujar Zulkifli. "Nomor dua!" jawab massa yang hadir.

(wk/silm)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait