Tampak kesusahan, Darsono akhirnya ikut membantu dan bergegas membawa Yakub ke rumah salah satu warga untuk diberikan pertolongan pertama.
- Nur Islamiyah
- Senin, 11 Maret 2019 - 15:33 WIB
WowKeren - Gerbong Kereta Rel Listrik (KRL) jurusan Jatinegara-Bogor anjlok dan terguling di kawasan Tanah Sereal, Kota Bogor, pada Minggu (10/3). Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 10.15 WIB. Kereta terguling tak lama setelah meninggalkan Stasiun Cilebut di Kebon Pedes, Tanah Sereal, Kota Bogor.
Dalam tragedi tersebut, terdapat kisah heroik seorang muazin, Darsono yang ikut menyelamatkan masinis bernama Yakub Agung. Lelaki tersebut menceritakan bahwa sesaat setelah KRL terguling, kondisi Yakub masih pingsan.
Mulanya, Yakub ditolong oleh dua orang petugas keamanan. Tampak kesusahan, Darsono akhirnya ikut membantu dan bergegas membawa Yakub ke rumah salah satu warga untuk diberikan pertolongan pertama. Warga lalu memberikan minum pada Yakub yang tidak sadar.
"Karena posisi masisnis juga enggak tahu terjepit enggak tahu apa," cerita Darsono. "Akhirnya kan diangkat nih udah dibawa kerumah warga dikasih minum di buka baju, dibuka dasi, dibuka gespernya."
Ketika dibawa ke rumah warga, Yakub mulai sadarkan diri. Menurut cerita Darsono, seperti yang dikutip dari Suara, ia terlihat tegang hingga melotot tak berkedip.
"Pas di rumah warga beliau agak sedikit inget, 'Pak istighfar," kata Darsono. "Begitu dibuka matanya enggak mau kedip, melotot terus dia seperti orang depresi orang kaget gitu."
"Kita kasih minum, mukanya sempat dibasahi. Dia masih kelihatan kaget," ujarnya. "Saya sempat bertanya 'bapak Islam atau Nasrani. Kalau Islam baca istighfar'."
Setelah sekitar 20 menit di rumah warga, Yakub segera dibawa ke RS Salak Bogor. "Saya yang bawa Pak Yakub dari dalam gerbong sampai ke mobil ambulans," ucapnya.
Pria yang juga bekerja sebagai marbot masjid serta pemulung tersebut menjelaskan bahwa apa yang dilakukannya semata-mata murni panggilan hari. Hal tersebut sebagai bentuk ibadah dalam menolong sesama umat yang kesusahan.
"Saya hanya mau menolong umat yang kesusahan," lanjutnya. "Karena saya sebagai Mauzin dan itu yang saya pelajari."
Akibat insiden tersebut, sebanyak 17 penumpang menjadi korban luka-luka. Para korban langsung dilarikan ke rumah sakit dan semua biaya perawatan ditanggung asuransi.
"Dapat kami informasikan asuransi yang dimaksud itu bukan berarti pengguna jasa yang mengalami luka ringan ini akan mendapatkan uang cash ya seperti itu. Jadi asuransi di sini mereka akan menanggung seluruh biaya pengobatan selama pengguna jasa itu berobat di rumah sakit-rumah sakit tadi yang saya sebutkan," jelas Vice President Komunikasi PT KCI, Eva Chairunisa, Minggu. "Sehingga kami pastikan semua pengguna jasa yang jadi korban dan dirawat di rumah sakit ini sudah diurus oleh kami PT KCI, oleh tim kesehatan. Sehingga mereka itu tidak perlu lagi memikirkan mengenai biaya dan lain-lain."
(wk/nris)