JK Sebut Banyak Pejabat Korup Ditangkap Bukan Tolok Ukur Keberhasilan Pengawasan Anggaran
Nasional

JK mengaku heran sebab tak sedikit lembaga pengawasan namun jumlah pejabat korup yang ditangkap justru semakin banyak.

WowKeren - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus bekerja keras menyisir para pejabat korup yang telah merugikan negara. Bahkan hingga akhir 2018 lalu, KPK mencatat pihaknya telah menyelesaikan lebih dari 100 kasus korupsi.

Menanggapi hal ini, Wakil Presiden Jusuf Kalla menyoroti parameter keberhasilan pengawasan anggaran yang dilakukan oleh lembaga pengawas. Hal tersebut ia sampaikan saat memberikan sambutan di Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Internal yang diselenggarakan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).


Selama ini, KPK, BPKP, dan kejaksaan dikatakan berhasil jika mampu menyelamatkan triliunan rupiah uang negara dari para koruptor. Menurut JK, hal ini tidaklah demikian.

Banyaknya pejabat yang ditangkap tidak bisa dijadikan sebagai parameter keberhasilan. Justru, hal itu menunjukkan bahwa sistem pengawasan masih belum berjalan dengan baik.

Dengan kata lain, indikasi keberhasilan dapat dilihat dari semakin menurunnya jumlah pejabat korup yang ditangkap. Dengan sedikitnya pejabat yang ditangkap menunjukkan bahwa sistem pengawasan sudah berjalan baik.

"Padahal penilaian (pengawasan anggaran) yang berhasil kalau (pejabat) yang ditangkap berkurang. Kalau masih banyak yang ditangkap, pengawasan kurang berhasil artinya," jelas JK dilansir dari Kumparan, Kamis (21/3). "Jadi pengawasan yang berhasil adalah kalau orang ditangkap kurang, kurang orang masuk penjara, apalagi OTT."

Dalam kesempatan itu, ia juga menyinggung tentang pejabat publik yang dengan mudahnya melakukan praktik korupsi. Dikatakannya, para oknum tersebut hanya bermodalkan tanda tangan untuk bisa meraup uang negara.

"Aparat pemerintah tergantung banyak hal. Tergantung suratan tangan, kemudian ada campur tangan sedikit, baru tanda tangan," terang JK. "Tapi salah-salah bisa tangkap tangan. Nah itu kejadian, maka itu harus hati-hati semuanya."

JK mengaku heran sebab ada banyak lembaga pengawasan namun masih banyak juga pejabat yang melakukan korupsi. Untuk itu, ia berharap agar ada pengembangan sistem pengawasan di berbagai lembaga untuk meningkatkan hasil kinerja.

"Sudah mulai ada pengawasan biasa, ada pengawasan penelitian accountability forensik, itu juga lebih detail lagi," tutur JK. "Pertanyaannya, kenapa begitu banyak pengawasan tetapi orang yang ditangkap, orang yang diperiksa makin banyak."

You can share this post!

Related Posts
Loading...