AHY mengaku cocok dengan Rocky kala keduanya terlibat dalam diskusi yang membahas masa depan bangsa.
- Zodiak Yanuarita
- Kamis, 28 Maret 2019 - 12:22 WIB
WowKeren - Akedimisi Rocky Gerung telah memberikan sinyal akan bergabung dengan Partai Demokrat (PD). Hal tersebut terlihat saat Rocky dengan santainya memakai jaket PD ketika partai ini menggelar kampanye di GOR Ciracas.
Keputusan ini tentunya akan disambut baik oleh jajaran PD, termasuk Komandan Kogasma PD Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). AHY menyebut bahwa keinginan Rocky untuk bergabung dengan PD menunjukkan bahwa partai ini memang cocok untuk para pecinta akal sehat.
AHY menilai bahwa PD selalu bisa menjadi daya tarik bagi orang-orang yang cinta akan demokrasi. Tak hanya itu, partai yang diketuai oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu merupakan rumah bagi pihak-pihak yang menjunjung tinggi kebebasan yang bertanggung jawab.
"Itu menunjukkan bahwa Partai Demokrat selalu menjadi daya tarik," kata AHY saat kampanye di Surabaya, Rabu (27/3). "Bagi pencinta demokrasi, pencinta kebebasan, kebebasan yang bertanggung jawab, pencinta akal sehat, pecinta logika."
Putra SBY tersebut menilai bahwa PD memiliki pandangan yang sejalan dengan apa yang selama ini disuarakan oleh Rocky. Oleh sebab itu, ia sangat mengapresiasi jika Rocky benar-benar akan bergabung ke partai ini.
AHY menjelaskan bahwa PD memiliki visi misi untuk membangun NKRI. Pembangunan tersebut, dikatakannya, akan tetap memperhatikan keutuhan NKRI dan berpihak pada rakyat.
"Mengapa dia (Rocky) memiliki kecocokan hati bersama Demokrat?" lanjut AHY. "Karena kami dibangun pada sendi sendi yang secara fundamental meyakinkan bahwa NKRI harus terus kokoh, itulah komitmen kami menjaga NKRI, merawat kebinekaan, dan berpihak kepada rakyat."
Cara berpikir yang sejalan membuat AHY dan Rocky merasa nyaman ketika berbicara mengenai konsep pembangunan bangsa. Terus terang, ia tidak sepakat dengan gimik politik yang berpotensi memecah belah bangsa seperti saling menyudutkan satu sama lain dan melempar kata-kata yang tidak pantas.
"Kami juga tidak suka terjebak dalam gimik politik saling hantam," tutur AHY. "Adu domba, menghasut, memecah belah, kemudian hanya lempar kata-kata yang kotor dan tidak pantas."
(wk/zodi)