Wakil Direktur Kampanye TKN Jokowi-Ma'ruf, Daniel Johan, menanggapi insiden pengeroyokan yang menimpa seorang warga usai kampanye terbuka Prabowo-Sandi di Purworejo.
- Bertilia Puteri
- Rabu, 03 April 2019 - 11:46 WIB
WowKeren - Seorang pemuda dikeroyok oleh sekelompok massa usai kampanye terbuka Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Lapangan Kemiri, Purworejo, Jawa Tengah pada Selasa (2/4). Korban yang bernama Yuli Wijaya tersebut mengalami luka di bagian kepala dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Menurut kesaksian korban, insiden tersebut bermula saat dirinya sedang menunggu parkiran sepeda motor. Namun tiba-tiba ada rombongan yang meminta Yuli melepas bajunya yang bergambar Capres Joko Widodo.
"Rombongannya banyak beriringan, tiba-tiba salah satu dari rombongan itu balik arah dan menghampiri saya dan meminta melepas baju," ujar Yuli dilansir Republika pada Rabu (3/4). "Karena saya tidak mau, mereka langsung mengambil batu dan memukul kepala saya."
Tak hanya itu, para pelaku juga merusak beberapa sepeda motor yang berada di dekat lokasi. Pihak kepolisian pun masih menyelidiki motif kasus pengeroyokan ini.
Menanggapi insiden tersebut, Wakil Direktur Kampanye TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Daniel Johan, pun buka suara. Daniel menyayangkan insiden tersebut dan berharap pendukung antar paslon bisa saling menghargai.
"Kami sangat menyayangkan terjadinya penganiayaan tersebut dan perlu dilakukan crosscheck kejadian ini lebih dalam," jelas Daniel dilansir detikcom, Selasa. "Kita harap semua pendukung bisa saling menghargai dan menjaga suasana agar pesta demokrasi tidak tercoreng oleh tindakan anarki, karena kekerasan justru akan merugikan capres yang didukung."
Daniel juga menegaskan bahwa segala tindak kekerasan tidak dapat dibenarkan. Menurut Daniel, kubu 01 mengedepankan kampanye damai.
"Apapun motifnya jika melakukan tindak kekerasan terhadap warga apalagi pengeroyokan tidak dibenarkan, pihak aparat harus melakukan tindakan agar tidak terjadi lagi di kemudian hari di tempat lain," ujar Daniel. "Kepada pendukung 01 untuk tidak terprovokasi, agar tetap menjaga silaturahmi, menjaga komunikasi yang baik dengan semua pihak."
Wasekjen Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut lantas menyerahkan kasus itu kepada pihak berwajib. "Bila terjadi pelanggaran hukum, kita serahkan kepada pihak berwenang untuk diambil tindakan sesuai hukum dan peraturan secara tegas," jelas Daniel.
(wk/Bert)