Bukti pesan WhatsApp unggahan Yusril ini merupakan bentuk bantahan kepada Habib Rizieq yang menyebutnya berbohong soal percakapan meragukan keislaman Capres Prabowo.
- Bertilia Puteri
- Kamis, 04 April 2019 - 08:32 WIB
WowKeren - Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra, membagikan bukti percakapannya di WhatsApp dengan Habib Rizieq Shihab. Dalam unggahan tersebut, tampak Habib Rizieq meragukan Keislaman Capres Prabowo Subianto.
Screenshot percakapannya dengan Habib Rizieq dibagikan ke akun Instagram pribadi Yusril, @yusrilihzamhd pada Rabu (3/4). Meski akun Yusril kini digembok, netizen telah membagikan ulang bukti percakapan tersebut ke media sosial, salah satunya akun @mbah.saimo.
Perkara ini bermula dari video Yusril pada November 2018 silam yang menyatakan bahwa Habib Rizieq pernah meragukan Keislaman Prabowo. Habib Rizieq pun menyebut Yusril berbohong di Front TV pada Senin (1/4) kemarin.
Bukti percakapan yang diunggah Yusril ini merupakan bentuk bantahannya kepada Habib Rizieq. Dengan membeberkan bukti percakapan tersebut, Yusril pun menyindir bahwa Habib Rizieq lah yang berbohong.
"Nyata dalam video itu Habib Rizieq BERBOHONG. Yusril dan Habib tidak pernah komunikasi membahas Prabowo seperti dikatakan Habib Rizieq juga BOHONG," tulis Yusril sebagai caption unggahannya. "Perhatikan dalam WA di atas Rizieq yang bilang 'PS lemah tentang Islam & lingkarannya pun masih banya yang 'Islamphobia'. Apalagi PS sdh terjebak dg SBY yg sdg propaganda melawan Politik Islam yang disebutnya sbg Politik Integritas beraroma SARA' dan seterusnya."
Tak hanya itu, Yusril bahkan menyebut Habib Rizieq dengan istilah "si raja bohong". Pasalnya, Yusril dapat memberikan bukti percakapannya.
"Itu tulisan Rizieq sendiri dalam WA yang jejak digitalnya bisa dijadikan bukti yang sangat sulit dibantah," lanjut Yusril. "Pembicaraan telepon Yusril dan Rizieq tidak ada rekamannya, tetapi komunikasi via WA di atas telah cukup menunjukkan bahwa Habib Rizieq yang menuding Yusril berbohong, ternyata dirinya adalah Si Raja Bohong yang sesungguhnya."
(wk/Bert)