Budayawan Cak Nun: Kalau Presiden Punya Aura Pawang, Indonesia Damai
https://www.caknun.com/
Nasional

Budayawan Emha Ainun Najib menjabarkan kriteria yang menurutnya sesuai untuk memimpin bangsa Indonesia. Tak hanya pintar, calon pemimpin tersebut juga harus memiliki wibawa dan bijaksana.

WowKeren - Budayawan Emha Ainun Nadjib atau yang akrab disapa "Cak Nun" berbicara mengenai karakter pemimpin yang cocok untuk Indonesia. Menurutnya, sosok pemimpin yang sesuai untuk menahkodai negeri ini adalah yang memiliki aura pawang. Hanya presiden yang memiliki karakter seperti inilah yang bisa membawa Indonesia ke pintu perdamaian.

"Kalau presidennya punya aura pawang, Indonesia damai," kata Cak Nun dilansir dari Antara, Kamis (4/4). Bagi Cak Nun, seseorang yang hendak memimpin Indonesia harus paham mengenai seluk beluk karakteristik sejarah bangsa.

Dikatakannya, memenuhi keinginan rakyat saja tidak cukup sebagai bekal menjadi presiden. "Bukan yang sekadar memenuhi selera darurat rakyat dan survivalisme warga negara," ujar Cak Nun.

Oleh sebab itu, Indonesia saat ini tak hanya membutuhkan presiden yang pintar, namun juga harus cakap dalam semua hal. Kebijaksanaan dan wibawa tak kalah penting untuk dimiliki oleh seorang calon presiden yang akan memimpin. Tak hanya itu, sisi religius calon presiden dengan Tuhan Yang Maha Esa juga harus dijadikan sebagai bahan pertimbangan.


Sementara itu, Cak Nun telah menyusun daftar pertanyaan yang akan ia tujukan kepada masing-masing calon presiden dan wakil presiden. Dikatakannya, pertanyaan tersebut merupakan bentuk kontribusi dirinya untuk bangsa Indonesia. "Karena saya tidak ada akses ke sana dan tidak mungkin dilibatkan, jadi ya saya bikin sendiri," imbuhnya.

Sebelumnya, Cak Nun juga sempat berpesan kepada para Capres-Cawapres. Hal itu diungkapkannya saat menggelar acara silaturahmi bersama para wartawan di Yogyakarta. Baginya, calon pemimpin haruslah orang yang menomorsatukan rakyat. Tak peduli dari partai mana calon tersebut berasal, yang penting harus mampu menjunjung tinggi kearifan bersama sebagai bangsa Indonesia.

"Pesan saya harus menomorsatukan kearifan bersama sebagai bangsa Indonesia, tidak sebagai Partai Gerindra tidak sebagai PDIP, tidak sebagai apapun," tutur Cak Nun. "Tetapi harus menomorsatukan kemenangan rakyat.

Alasannya, Indonesia adalah negara yang menjunjung tinggi kedaulatan rakyat sehingga rakyatlah yang akan menjadi pemenang, bukan kelompok tertentu. "Harus ada para pemimpin yang arif dan rendah hati karena di Indonesia yang harus menang kan rakyat, bukan kelompok manapun," ujarnya.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!