BPN Prabowo Sebut Wacana Jokowi Masukkan Ideologi Pancasila ke Jenjang PAUD Berlebihan
Nasional

Jansen Sitindaon menilai bahwa wacana memasukkan ideologi Pancasila ke jenjang PAUD kurang tepat. Sebab, di usia tersebut anak harusnya lebih dibebaskan untuk bermain.

WowKeren - Ideologi Pancasila dianggap sangat penting untuk keberlangsungan berbangsa dan bernegara. Oleh sebab itu, setiap warga negara diharapkan bisa memahami pentingnya ideologi ini agar mulai ditanamkan sejak dini.

Topik mengenai ideologi ini pun sempat disinggung dalam debat keempat Pilpres. Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo alias Jokowi menyebut bahwa ideologi Pancasila sudah harus ditanamkan mulai usia kecil, bahkan mulai jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Pernyataan Jokowi tentu saja mendapat sorotan dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Juru Bicara BPN Jansen Sitindaon mengaku tergelitik dengan gagasan Jokowi yang akan memasukkan kurikulum ideologi pancasila ke jenjang PAUD.

"Saya agak tergelitik kemarin ketika Pak Jokowi ingin terlihat beda," kata Jansen dalam diskusi bertajuk "Setelah Debat Keempat Siapa Makin Memikat" di Resto Ajag Ijig, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (4/4). "Soal ideologi ini akan masuk ke kurikulum pendidikan dan lain segala macem, bukan hanya sejak SD tapi sejak PAUD."


Memasukkan paham ideologi untuk anak usia yang masih sangat dini dinilai kurang tepat. Sebab, di usia PAUD inilah anak harusnya lebih banyak diberikan waktu untuk bermain demi tumbuh kembang mereka. "Saya punya anak kecil. Dan anak-anak di usia PAUD itu harus dibebaskan bermain," imbuhnya.

Wacana mengajarkan ideologi Pancasila untuk anak usia PAUD dinilai Jansen sangat berlebihan. "Nggak harus dicekokin, menurut saya over itu. Jan Ethes itu sudah dididik Pancasila ya ini pertanyaan karena terlalu over," ujar politikus Partai Demokrat tersebut.

Pernyataan Jansen mendapat tanggapan dari Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin. Juru Bicara TKN Arya Sinulingga justru menilai bahwa wacana memasukkan ideologi Pancasila ke jenjang PAUD sudah tepat.

Dalam hal ini, konteks Pancasila yang diajarkan bisa dimulai dengan sesuatu yang sederhana. Misalnya mengajarkan tentang bagaimana anak memahami perbedaan, mengingat Indonesia adalah negara yang terdiri dari beragam suku, ras, agama, dan etnis.

"Pancasila kan bukan rumit-rumit yang disebutkan Bang Jansen," terang Arya. "Pancasila untuk anak kecil itu belajar perbedaan. Perbedaan bahwa ada agama lain, bagaimana berdoa. Ada belajar salat. Itu pun udah sesuatu belajar mengenai adanya perbedaan."

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait