Ma'ruf Amin Soal Perbedaan Pilihan Capres: Kalau Enggak Mau Pilih Jokowi, Pilih Aja Saya
Nasional

Cawapres nomor urut 01, Ma'ruf Amin, meminta agar masyarakat saling menghormati perbedaan pilihan dalam Pilpres. Ia berharap tak ada permusuhan karena perbedaan tersebut.

WowKeren - Pemilu 2019 sudah di depan mata. Pada 17 April 2019 mendatang rakyat dapat memilih sendiri siapa pemimpin dan wakil yang akan menjalankan roda pemerintahan selama lima tahun ke depan.

Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 01, Ma'ruf Amin, pun meminta agar masyarakat saling menghormati perbedaan pilihan dalam Pilpres. Ia berharap perbedaan tersebut tak menimbulkan sebuah permusuhan.

Menurut Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Non-aktif tersebut, Islam mengajarkan toleransi kepada umat yang beragama lain. Sehingga, hal tersebut juga dapat diterapkan dalam perbedaan pilihan Capres-Cawapres.

"Berbeda agama saja kita disuruh toleran. Berbeda partai juga harus toleran. Berbeda capres juga kan mestinya tidak harus berantem," tutur Ma'ruf di Garut, Jawa Barat, Kamis (4/4). "Makanya saya dimana-mana (bilang) kalau enggak sama (pilihan capres), enggak apa-apa."

Ma'ruf pun lantas berkelakar tentang pilihan Capres. Apabila masyarakat tidak mau memilih Capres Joko Widodo, maka masyarakat sebaiknya memilih dirinya saja.


"Kalau enggak sama, enggak apa-apa. Kalau enggak mau pilih saya, pilih aja Pak Jokowi," ujar Ma'ruf. "Kalau enggak mau pilih Pak Jokowi, pilih aja saya."

Tak hanya itu, Ma'ruf pun menuturkan tentang kelompok yang saat ini menganggap pihak yang berbeda pilihan Capres sebagai musuh. Ma'ruf menegaskan bahwa perilaku seperti itu tidak diajarkan dalam Islam.

Menurut Ma'ruf, kelompok tersebut kerap memberi makian kepada kelompok lain hanya karena beda pilihan. Padahal, tutur Ma'ruf, Nabi Muhammad SAW selalu mengajarkan umat-Nya untuk bersikap santun kepada siapa pun.

"Masa ngomong sama Pak Jokowi galaknya enggak karu-karuan. Nabi Muhammad saja santun," jelas Ma'ruf. "Santun itu rahmat. Kalau kamu keras maka mereka akan kabur."

Di sisi lain, Ma'ruf sempat diundang untuk menghadiri kampanye Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto, di Gelora Bung Karno, Jakarta pada Minggu (7/4) mendatang. Ma'ruf diundang sebagai alumni gerakan 212.

Namun, ia justru menolak undangan tersebut. Pasalnya, dirinya sudah selesai dengan 212 yang sekarang sudah membentuk alumni.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!